Peziarah TPU Kawi-kawi Keluhkan Pembersih Makam Liar Kerap Maksa Minta Duit

Suasana TPU Kawi-kawi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Christian.

Peziarah TPU Kawi-kawi Keluhkan Pembersih Makam Liar Kerap Maksa Minta Duit

Christian • 17 February 2026 15:06

Jakarta: Peziarah mengeluhkan keberadaan pembersih makam liar di tempat pemakaman umum (TPU) Kawi-kawi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Mereka disebut kerap memaksa dalam meminta uang kepada peziarah.

Rahmat, 28, warga Johar Baru, mengatakan keberadaan pembersih makam liar yang umumnya warga sekitar dinilai sangat mengganggu. Mulai dari datang secara bergerombol hingga memaksa peziarah untuk mengeluarkan sejumlah uang untuk jasa bersihkan makam.

“Mereka itu kalau datang selalu bergerombol, lebih dari 5 hingga 10 orang mendatangi kami peziarah. Mereka suka maksa minta duit kepada kami jadi dengan terpaksa kami kasih,” ucap Rahmat saat diwawancarai Metrotvnews.com, Selasa 17 Februari 2026.

Rahmat juga heran melihat jumlah pembersih makam dari tahun ke tahun semakin bertambah. Dia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersikap atas ketidaknyamanan tersebut.

“Saya minta pak Gubernur DKI Jakarta untuk membersihkan pembersih makam liar ini. Kami sangat tidak nyaman dengan keberadaan mereka,” ungkap Ramhat

Rahmat menceritakan, modus para pembersih makam liar tersebut untuk mendapatkan uang dengan cara langsung mendatangi peziarah ataupun mengikuti peziarah mulai dari pintu masuk. Mereka spontan membersihkan makam tanpa diminta peziarah.

“Kita kan sudah beli bung, air mawar dari luar. Nah mereka ini saat kita berada di makam langsung nyiram makam, terus bersihkan makam secara bergerombol," sebut Rahmat.

Setelah itu, gerombolan pembersih makam liar tersebut langsung minta uang kepada peziarah. Bahkan, mereka berani meminta uang lebih jika jumlahnya dinilai tak memuaskan.

"Kalau dikasih kecil mereka berani minta tambahan uang upah mereka bersihkan makam,” ujar Rahmat

Suasana TPU Kawi-kawi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews.com/Christian.

Keluhan yang sama dikemukakan Putri, 35, warga Kemayoran. Dia mengatakan, keberadaan pembersih makam liar dinilai sangat mengganggu.

“Kita ke sini kan mau berdoa buat keluarga kami yang telah meninggal. Lah ini mereka justru menggangu kami saat kami mau ziarah. Seperti bersihin makan, nyiram tapi ujung-ujungnya minta uang,” kata Putri.

Putri mengatakan, ketidaktegasan petugas keamanan dalam memberikan rasa nyaman bagi peziarah membuat keberadaan pembersih makam liar dari tahun ketahun semakin banyak. Dia lantas mempertanyakan fungsi para penjaga TPU tersebut.

“Fungsi petugas keamanan itu apa, masa tidak bisa tertibkan para pembersih makam liar tersebut. Yang saya liat, para petugas keamanan hanya duduk-duduk saja, ngerokok, ngopi, dan tidak pernah saya liat mereka patroli. Kalau begitu apa fungsinya mereka dipekerjakan menjadi petugas keamanan,” ujar Putri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)