Antrean Truk Logistik di Pelabuhan Ketapang Mulai Berkurang

Antrean truk logistik dan bus pariwisata di area parkir Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, 5 Agustus 2026. ANTARA/Novi Husdinariyanto

Antrean Truk Logistik di Pelabuhan Ketapang Mulai Berkurang

Silvana Febiari • 5 September 2026 13:03

Banyuwangi: Kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berangsur berkurang. Antrean truk logistik yang sebelumnya mencapai 16 kilometer kini menyusut menjadi sekitar 7 kilometer.

General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto mengatakan antrean kendaraan truk logistik menuju Pelabuhan Ketapang mencapai sekitar 16 kilometer.

"Namun pada hari ini antrean truk logistik khususnya sudah berkurang menjadi sekitar 7 kilometer," kata Media, dilansir dari Antara, Sabtu, 5 September 2026. 


ASDP terus menangani kepadatan kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang dengan mengoptimalkan operasional kapal. Koordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait juga terus dilakukan.

Upaya ini dilakukan guna mempercepat penguraian antrean dan sekaligus memastikan layanan penyeberangan di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) itu tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

"Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jasa dalam menghadapi kondisi ini, dan ASDP berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan seoptimal mungkin," tutur Media.

Antrean kendaraan yang mencapai belasan kilometer dipicu adanya peningkatan volume kendaraan logistik hingga 16 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan proyek perbaikan peningkatan kapasitas menjadi 50 ton satu pasang dermaga di Ketapang (Banyuwangi) dan Gilimanuk (Bali).


Proyek peningkatan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, 5 September 2026. ANTARA/Novi Husdinariyanto


Pengerjaan satu pasang dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan bagian dari penguatan infrastruktur. Proyek tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan kesiapan operasional menghadapi angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Pada hari ini, sebanyak 24 kapal berkapasitas besar dioperasikan untuk mengoptimalkan kapasitas angkut. Enam kapal di antaranya menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat TBB guna mempercepat proses bongkar muat dan mempersingkat waktu kapal berada di dermaga.

(Silvana Febiari)