Taklimat Media peluncuran buku Sejarah Indonesia: Diunamika Kebangsaan dalam Arus Global. Dok Kemenbud.
Buku Sejarah Indonesia Kupas Peran Aktif Nusantara dalam Jaringan Global
Arga Sumantri • 2 September 2026 18:25
Jakarta: Penerbitan lima jilid buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global oleh Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menandai pergeseran besar dalam penulisan sejarah nasional. Pendekatan baru ini menempatkan Nusantara bukan sekadar sebagai wilayah jajahan, melainkan sebagai pemeran utama dalam jejaring peradaban dunia.
Peluncuran lima jilid awal ini memotret perjalanan bangsa sejak era praaksara, dominasi jaringan perdagangan maritim, hingga dinamika sosial-politik abad ke-19. Pendekatan Indonesia-sentris ini secara khusus mengikis sudut pandang kolonial yang selama ini cenderung menempatkan masyarakat lokal hanya sebagai objek atau korban pasif sejarah.
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, menegaskan bahwa pemutakhiran buku sejarah ini dirancang untuk membuka cakrawala baru bagi publik dalam memahami peran geopolitik Nusantara pada masa lalu.
"Melalui lima jilid awal ini, kita ingin menunjukkan bahwa Nusantara sejak dahulu sudah menjadi pusat interaksi global," ujar Restu Gunawan dalam Taklimat Media Peluncuran Buku Sejarah Indonesia di Jakarta, dikutip Rabu, 2 September 2026.
"Kita bukan sekadar penonton atau wilayah yang pasif menerima kedatangan bangsa asing, melainkan aktor aktif yang memiliki daya tawar tinggi dalam perdagangan, diplomasi, dan pertukaran budaya dunia," ungkapnya.
.jpeg)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam Taklimat Media peluncuran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Dok Kemenbud.
Narasi baru ini menghadirkan rekam jejak yang inklusif dalam memuat sejarah maritim, lingkungan, hingga kearifan lokal.
"Hal ini bertujuan agar masyarakat menyadari besarnya kontribusi peradaban Nusantara terhadap sejarah dunia," bebernya.
Proses perumusan narasi baru ini melibatkan 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia demi memastikan kajian berbasis metodologi multidisiplin dan objektif. Sebagai bentuk transparansi dan dukungan terhadap literasi sejarah secara luas, Kemenbud menyediakan seluruh naskah digital dari 5 jilid pertama ini secara gratis yang dapat diunduh publik melalui portal resmi pustakabudaya.id.