Tanaman cabai di Brebes terancam gagal panen, Metrotvnews.com/ Kuntoro Tayubi
Dinpertan Banyumas Dorong Budidaya Palawija Selama Musim Kemarau
Silvana Febiari • 11 June 2026 16:11
Purwokerto: Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menilai musim kemarau 2026 menjadi momentum yang tepat untuk mengembangkan tanaman palawija. Kondisi cuaca pada musim tersebut dinilai mendukung pertumbuhan komoditas seperti jagung, kedelai, dan kacang hijau.
Kepala Dinpertan Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Buwono mengatakan tanaman palawija relatif aman dibudidayakan pada musim kemarau karena didukung kondisi iklim yang sesuai.
"Kalau palawija termasuk jagung itu aman. Artinya dari sisi iklim memang mendukung," kata Arif, dilansir dari Antara, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut dia, komoditas palawija dapat menjadi alternatif bagi petani pada lahan yang tidak memungkinkan untuk ditanami padi selama musim kemarau. Selain jagung dan kedelai, kata dia, tanaman kacang hijau juga memiliki jenis tanaman yang cocok untuk dikembangkan pada periode tersebut.
Ia mengatakan Dinpertan Banyumas telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya penyediaan pompa air serta pengendalian hama dan penyakit tanaman untuk mendukung produktivitas pertanian.
"Kita sudah mulai banyak mendapat bantuan pompa lagi. Persiapan hama dan penyakitnya juga sudah kita siapkan," ujarnya.
Meski musim kemarau dinilai menguntungkan untuk pengembangan tanaman palawija, ia menegaskan Dinpertan Banyumas tetap memprioritaskan upaya menjaga produksi padi. Komoditas tersebut masih menjadi penopang utama ketahanan pangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Buwono. ANTARA/Sumarwoto
Ia mengatakan target produksi padi Kabupaten Banyumas pada tahun 2026 mencapai sekitar 389 ribu ton. Hingga awal Juni, realisasi luas tanam masih sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.
"Track-nya sesuai. Sekitar 90 persen sesuai dengan luas tanam yang direncanakan," ungkapnya.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian Banyumas masih berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tanaman pangan hingga akhir tahun. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan penyuluh pertanian, pemerintah kecamatan, dan kelompok tani guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian selama musim tanam berlangsung.
Arif berharap ketersediaan sarana produksi, kondisi cuaca yang relatif mendukung, serta keterlibatan aktif petani dapat menjaga produktivitas pertanian di Banyumas sepanjang 2026. Harapan itu mencakup produksi komoditas padi maupun tanaman palawija.