WNA Australia dan 2 Anaknya Ditemukan Tewas di Vila Kawasan Legian Bali

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang saat memberikan kematian WNA asal Australia bersama dua anaknya. MI

WNA Australia dan 2 Anaknya Ditemukan Tewas di Vila Kawasan Legian Bali

Arnoldus Dhae • 15 September 2026 14:16

Denpasar: Seorang warga negara Australia berinisial SDJ, 57, bersama dua anaknya, ADS, 7, dan LKS, 4, ditemukan tewas di sebuah bungalow di Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Minggu, 13 September 2026.

SDJ diketahui berkewarganegaraan Australia, sedangkan kedua anaknya merupakan warga negara Indonesia. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.30 Wita setelah seorang saksi bernama Nur Khamid, 51, menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai istri SDJ.

Dalam percakapan tersebut, saksi diminta mengecek kondisi SDJ dan kedua anaknya karena ketiganya tidak dapat dihubungi. Nur kemudian mendatangi bungalow tempat ketiga korban tinggal. Saksi sempat berupaya melihat kondisi di dalam bangunan melalui jendela, tetapi tidak menemukan aktivitas penghuni.

Saksi lalu menemui pemilik bungalow dan menyampaikan informasi tersebut. Keduanya kemudian kembali ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Karena tidak mendapat respons setelah mengetuk dan memanggil penghuni, pemilik bungalow menghubungi kepala lingkungan setempat. Kepala lingkungan bersama sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi.

Warga kembali berusaha memanggil penghuni dari luar bangunan. Setelah tidak memperoleh respons, pintu bungalow dibuka secara paksa karena warga khawatir terjadi sesuatu di dalam.

Saat pintu terbuka, warga menemukan SDJ dalam kondisi tergantung di bagian terali besi jendela. Sementara kedua anaknya ditemukan di lantai kamar dalam kondisi saling bertindihan.
 


Polisi Periksa CCTV dan Saksi

Polisi bersama Tim Identifikasi Polresta Denpasar kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal terhadap ketiga korban.

Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan dugaan tanda kekerasan pada kedua anak. Sementara pada SDJ ditemukan indikasi kematian akibat gantung diri.

Ketiga jenazah kemudian dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang membenarkan peristiwa tersebut. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian dengan memeriksa sejumlah saksi dan rekaman kamera pengawas.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan, termasuk olah TKP, pemeriksaan rekaman CCTV di TKP dan pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk terhadap istri korban, untuk memastikan penyebab kematian para korban,” ungkapnya di Denpasar, Selasa, 15 September 2026.

Leonardo mengatakan penyidik Polsek Kuta telah meminta keterangan dari istri korban. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

"Selain itu juga telah melakukan koordinasi dengan Konsulat Australia terkait korban yang merupakan warga negara Australia," katanya.


Ilustrasi mayat. Antara


Berdasarkan informasi yang disampaikan sumber di lokasi, muncul dugaan SDJ mengalami tekanan akibat persoalan rumah tangga. Namun, informasi tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik.

Sumber tersebut menyebut SDJ diduga mengalami persoalan terkait investasi dan istrinya. Ia juga menyampaikan dugaan adanya uang senilai 30 ribu dolar Australia yang dibawa oleh istrinya.

"Informasinya, dia (SDJ) ditipu istrinya untuk berinvestasi di Bali. Uang sebesar tiga ribu dollar Australia atau sekitar empat ratus juta rupiah dibawa kabur oleh istrinya," kata salah seorang warga di lokasi.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi untuk menyusun rangkaian kejadian sebelum ketiga korban ditemukan meninggal.

Dari hasil penelusuran rekaman CCTV yang disampaikan kepolisian, terdengar suara anak laki-laki yang diduga merupakan salah satu korban. Rekaman juga memperlihatkan anak perempuan sempat keluar dari kamar sebelum kembali dikejar dan dibawa masuk oleh ayahnya.

Polisi juga mendalami rekaman yang memperlihatkan SDJ masuk ke area gudang sebelum kembali ke kamar. Sebelum mengakhiri hidup, arah kamera CCTV disebut sempat berubah menghadap ke bawah.

Pemeriksaan visual dokter turut menemukan tanda-tanda kekerasan, terutama pada bagian leher kedua anak. Sementara kondisi SDJ menunjukkan sejumlah tanda yang dinilai berkaitan dengan dugaan kematian akibat gantung diri.

Dalam pemeriksaan, istri SDJ menyampaikan kondisi rumah tangga mereka telah mengalami keretakan sejak 2022. Perselisihan disebut kerap terjadi di antara keduanya.

Istri korban juga menyampaikan SDJ memiliki tingkat kecemasan yang tinggi. Pada 10 September 2026, sang istri disebut pergi ke rumah orang tuanya di Jakarta.

Polisi juga memperoleh informasi mengenai dugaan percobaan bunuh diri yang pernah dilakukan SDJ sekitar satu bulan sebelum kejadian. Upaya tersebut disebut berhasil dicegah oleh istrinya.

Menurut keterangan istri, SDJ tidak pernah menjalani pengobatan medis terkait kondisi tersebut, meski dirinya mengetahui kondisi suaminya.

Polresta Denpasar bersama Satuan Reserse Kriminal masih menangani proses hukum atas perkara tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan Konsulat Australia terkait korban yang merupakan warga negara Australia.

Penyidik berencana menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) setelah proses penanganan perkara memenuhi ketentuan hukum, mengingat orang yang diduga sebagai pelaku utama telah meninggal dunia.

Polsek Kuta dan pihak Konsulat Australia juga berkoordinasi terkait penanganan ketiga jenazah. Pihak keluarga telah menyampaikan permohonan agar tidak dilakukan autopsi menyeluruh.

Permohonan tersebut disampaikan dengan pertimbangan hasil pemeriksaan awal, rekaman CCTV, serta informasi mengenai riwayat kondisi SDJ yang telah diperoleh penyidik.

Polisi masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah informasi untuk memastikan rangkaian serta penyebab kematian ketiga korban.

(Whisnu M)