Ilustrasi AAJ TV
Pakistan dan Iran Bahas Upaya Hidupkan Lagi Perundingan dengan AS
Muhammad Reyhansyah • 4 May 2026 15:44
Islamabad: Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Islamabad untuk menghidupkan kembali perundingan langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran guna mencapai penyelesaian melalui negosiasi atas konflik Timur Tengah yang masih berlarut.
Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataannya pada Senin, 4 Mei 2026 mengatakan, “percakapan telepon itu berfokus pada situasi regional dan upaya diplomatik Pakistan yang sedang berlangsung untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan.”Sebagai balasan, Araghchi memuji Pakistan atas peran “konstruktif” dan upaya mediasi “tulus” yang dilakukan antara kedua pihak.
"Pakistan menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendorong keterlibatan yang konstruktif. Kami percaya bahwa dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak menuju penyelesaian damai serta stabilitas jangka panjang di kawasan maupun di luar kawasan," tegas Dar, dikutip dari Anadolu, Senin, 4 Mei 2026.
Kontak terbaru ini terjadi hanya beberapa jam setelah Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran sedang meninjau respons AS atas proposal revisi 14 poin yang diajukan untuk mengakhiri perang.
Isu Nuklir Masih Jadi Batu Sandungan
Iran mengatakan isu nuklir tidak dimasukkan dalam proposal terbarunya, yang mengusulkan agar persoalan rumit tersebut dibahas pada fase kedua perundingan setelah kedua pihak mencapai gencatan senjata permanen.Namun, sumber Pakistan yang mengetahui proses mediasi mengatakan respons AS yang disampaikan kepada Iran melalui Islamabad justru mengaitkan kesepakatan atas program nuklir Iran dengan syarat gencatan senjata permanen.
Proposal revisi Iran sendiri disebut menginginkan transformasi gencatan senjata menjadi pengakhiran perang secara permanen, sementara isu nuklir ditunda ke tahap berikutnya.
Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah putaran pertama negosiasi Washington-Teheran pada 11-12 April, tetapi belum berhasil menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Pembicaraan itu berlangsung setelah Pakistan memediasi gencatan senjata dua pekan pada 8 April yang kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com