Polisi Gandeng Ahli Dalami Dugaan Anak Daycare di Yogyakarta Dicekoki Obat Tidur

Bangunan depan Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Polisi Gandeng Ahli Dalami Dugaan Anak Daycare di Yogyakarta Dicekoki Obat Tidur

Ahmad Mustaqim • 1 May 2026 21:12

Yogyakarta: Anak-anak di Daycare Little Aresha diduga dipaksa minum obat tidur saat siang hari. Dugaan itu muncul dari berbagai informasi, termasuk di media sosial. 

"Dari pihak dinas mungkin (dugaan anak-anak dicekoki obat tidur) ada mengarah ke situ. Nanti ahli yang menyampaikan," kata Kepala Satuan Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian pada Jumat, 1 Mei 2026. 

Ia mengatakan dugaan itu masih didalami dengan melibatkan pihak lain. Riski mengatakan lembaga yang memiliki porsi bidang kesehatan lebih memiliki legitimasi dalam melakukan uji. 

"Kami juga tidak punya kemampuan itu penyidik. Jadi nanti kita akan berkolaborasi yang mudah-mudahan bisa mendapatkan bukti itu," ujarnya. 

Kepala Satuan Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Riski juga mengungkapkan pihaknya menerima informasi dari orang tua perihal dugaan anak-anak di daycare tersebut mengalami kekerasan seksual. Ia menegaskan informasi tersebut turut didalami bersama institusi lain.

Dugaan itu disebut memerlukan uji valid karena belum tentu ada saksi. Pasalnya, orang tua/wali tak diizinkan masuk ke dalam gedung inti daycare. 

"Dari semua keterangan wali murid, mereka tidak boleh masuk. Mereka masuk hanya saat waktu mereka mendaftarkan baru boleh dikasih lihat fasilitas dan sebagainya. Namun apabila setelah terdaftar jadi siswa, hanya bisa di depan pagar," ujarnya.  Ia menambahkan, terdapat tiga kamera pengawas atau CCTV di daycare namun tak satupun ditempatkan di ruangan. Riski menyatakan tiga CCTV dipasang mengarah ke depan atau luar gedung. 

"CCTV itu ada tiga, namun CCTV itu hanya ada terlihat ke jalan luar, ke tempat permainan, dan di tempat tamu (ruang tunggu)," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)