Disekap WNA di Jakarta Utara, Korban Jalani Pemulihan Psikologi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. Foto: Metro TV/Siti Yona

Disekap WNA di Jakarta Utara, Korban Jalani Pemulihan Psikologi

Vania Liu • 29 April 2026 12:28

Jakarta: Polisi memberikan pemulihan psikologis terhadap korban penyekapan di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Dalam perkara yang melibatkan pelaku warga negara asing (WNA) ini, polisi mengutamakan keselamatan dan pemulihan kondisi psikologis korban.

“Dalam penanganan perkara ini, keselamatan korban menjadi prioritas utama. Korban telah diberikan pendampingan, termasuk upaya pemulihan psikologis,” ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keteranganya, Rabu, 29 April 2026..

Kombes Budi menjelaskan, pendampingan terhadap korban dilakukan secara hati-hati. Hal ini bertujuan untuk tidak membuat korban semakin trauma.
 


“Penanganan terhadap anak korban harus dilakukan secara humanis, tidak menambah trauma, dan tetap menjaga kerahasiaan identitas korban,” kata Budi.

Polisi membongkar dugaan penyekapan seorang anak perempuan berusia 17 tahun. yang terjadi di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Selain korban, polisi juga mengamankan terduga pelaku, CH.

Terduga pelaku adalah seorang laki-laki yang merupakan WNA, CH. Selain penyakapan, CH ditangkap karena terbukti menyimpan sejumlah narkoba.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. Foto: Metro TV/Vania

Dari hasil penggeledahan, petugas akhirnya mengamankan sejumlah narkotika tersebut. Beberapa diantaranya, sebanyak 321 cartridge vape mengandung Etomidate dari berbagai merek yang diduga siap diedarkan.

Selain ratusan cartridge siap edar, turut diamankan sejumlah barang bukti lain berupa cairan Etomidate dalam botol, alat produksi sederhana. Ada pula bahan campuran perasa yang menguatkan dugaan adanya aktivitas peracikan narkotika.

“Pengungkapan ini tidak hanya terkait dugaan penyekapan, namun juga mengarah pada penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis baru dalam bentuk cartridge vape yang mengandung Etomidate, ungkap Budi. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)