3 Jet Tempur AS Jatuh di Kuwait karena Salah Tembak

Tangkapan layar video yang memperlihatkan F-15 jatuh di Kuwait. (Reddit)

3 Jet Tempur AS Jatuh di Kuwait karena Salah Tembak

Riza Aslam Khaeron • 3 March 2026 13:44

Kuwait City: Tiga jet tempur F-15 milik Amerika Serikat jatuh di wilayah Kuwait, Senin dini hari, setelah ditembak secara tidak sengaja oleh sistem pertahanan udara Kuwait dalam insiden "salah tembak" yang melibatkan serangan musuh. Seluruh enam awak pesawat berhasil menyelamatkan diri.

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi insiden tersebut melalui pernyataan resmi yang dikutip The Guardian. Menurut Centcom, pertahanan udara Kuwait menembaki tiga pesawat tempur F-15 yang sedang menjalankan misi tempur di hari ketiga konflik menyusul diluncurkannya serangan udara AS-Israel ke Iran, Sabtu lalu.

"Selama pertempuran aktif—yang mencakup serangan dari pesawat Iran, rudal balistik, dan drone—jet tempur Angkatan Udara AS secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait," demikian bunyi pernyataan resmi Centcom.

Keenam awak pesawat yang melontarkan diri berhasil dievakuasi dan kini berada dalam "kondisi stabil". Pemerintah Kuwait telah mengakui terjadinya insiden tersebut dan segera meluncurkan penyelidikan mendalam, menurut laporan Centcom.

Berdasarkan unggahan Centcom di platform X, insiden melibatkan tiga pesawat F-15E Strike Eagle. 


Salah satu pilot yang selamat dalam insiden. (Reddit)

Video yang beredar menunjukkan salah satu jet jatuh dari langit di atas Kuwait, sementara seseorang terlihat sedang terjun menggunakan parasut. Reuters memverifikasi lokasi kejadian berada di area Al Jahra, Kuwait.

Klip lain memperlihatkan salah satu pilot, seorang pria berseragam penerbangan lengkap dengan perlengkapan pernapasan, berada di dalam sebuah kendaraan. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa pilot itu "sedang dirawat oleh sekelompok warga Kuwait" yang berada di lokasi jatuhnya pesawat.
 

Baca Juga:
Pesawat F-15 Jatuh di Kuwait, Dua Pilot Dilaporkan Selamat

Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, membahas insiden tersebut secara singkat dalam konferensi pers di Pentagon pada Senin pagi. 

"Saya mengetahui hilangnya tiga pesawat F-15E Angkatan Udara AS semalam di wilayah tersebut. Saya bersyukur atas keselamatan para kru, dan kami tahu bahwa ini bukan disebabkan oleh serangan musuh yang bermusuhan. Karena masalah ini sedang dalam penyelidikan, saya tidak akan memberikan komentar lebih lanjut," tegasnya.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam pernyataan panjangnya tidak menyinggung insiden tersebut secara spesifik. Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa media pemerintah Iran, dengan mengutip Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengeklaim bahwa pasukan bersenjata Iran bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat AS di Kuwait.

Insiden ini menonjolkan kekacauan dalam konflik yang dimulai Sabtu lalu ketika Donald Trump, tanpa meminta persetujuan Kongres, memerintahkan militer AS untuk menyerang Iran dalam kampanye udara yang dijuluki Gedung Putih sebagai Operasi Epic Fury.

Kementerian Transportasi Turki mengumumkan pada Senin bahwa mereka menangguhkan semua penerbangan dari Turki ke Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Kebijakan ini menambah panjang daftar pembatalan ribuan penerbangan di seluruh dunia yang membuat ratusan ribu penumpang terlantar.

Kuwait merilis pernyataan resmi pada Senin yang mengecam apa yang disebutnya sebagai "serangan tidak pandang bulu dan ceroboh dengan rudal dan drone terhadap wilayah berdaulat di seluruh kawasan."

Pernyataan yang dikeluarkan sebelum kabar jatuhnya jet AS itu menambahkan: "Tindakan Iran mewakili eskalasi berbahaya yang melanggar kedaulatan banyak negara dan mengancam stabilitas regional. Menargetkan warga sipil dan negara non-kombatan adalah perilaku ceroboh yang merusak stabilitas."

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)