Hamas Sebut Israel Berupaya Cari Pembenaran Serangan Terhadap Anak-anak Gaza

Anggota kelompok pejuang Hamas di Gaza. Foto: Anadolu

Hamas Sebut Israel Berupaya Cari Pembenaran Serangan Terhadap Anak-anak Gaza

Fajar Nugraha • 24 August 2026 10:18

Gaza: Hamas menyatakan bahwa ancaman Israel terkait layang-layang dan balon yang diterbangkan dari Jalur Gaza merupakan upaya untuk mengada-adakan dalih guna melanjutkan serangan dan mengancam anak-anak Palestina.

Pernyataan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengancam akan melakukan pembunuhan terarah lebih lanjut serta pengusiran warga Palestina dari sebagian wilayah Gaza jika peluncuran layang-layang dan balon ke arah Israel tidak dihentikan.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, memperingatkan agar tidak menanggapi "klaim dan ancaman" Israel terkait layang-layang tersebut, seraya menegaskan bahwa benda-benda itu pada dasarnya adalah mainan anak-anak yang digunakan di kamp-kamp pengungsian.

"Ancaman-ancaman yang didasarkan pada dalih rekaan ini merupakan upaya untuk membenarkan kelanjutan agresi dan pelanggaran terhadap rakyat kami, bahkan sampai pada titik mengancam anak-anak di Jalur Gaza," ujar Qassem, seperti dikutip dari Anadolu, Senin 24 Agustus 2026.

Qassem mendesak pemerintah AS, pihak mediator, dan penjamin untuk menekan Israel agar menghentikan serangan yang menurutnya merusak gencatan senjata, kesepakatan yang dipatuhi sepenuhnya oleh pihak Palestina.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah layang-layang ditemukan di dekat permukiman Israel yang berbatasan dengan Gaza; pihak berwenang Israel menyatakan bahwa benda-benda tersebut berasal dari wilayah kantung Palestina itu.

Militer Israel pada hari Sabtu menyatakan bahwa empat layang-layang yang ditemukan di dekat permukiman Nahal Oz tidak membawa bahan berbahaya apa pun dan "tidak membahayakan masyarakat umum."

Kendati demikian, pada Minggu, Katz mengancam akan melakukan pembunuhan terarah dan mengevakuasi kawasan permukiman di Gaza sebagai tanggapan atas layang-layang, balon, dan pesawat nirawak yang mencapai permukiman Israel di dekat wilayah tersebut.

Ia menyebut setiap peluncuran semacam itu sebagai "tindakan perang," seraya menyatakan bahwa balon setara dengan layang-layang, dan layang-layang setara dengan pesawat nirawak, "baik membawa bahan peledak maupun tidak."

Netanyahu juga mengancam akan meningkatkan eskalasi jika peluncuran dari Gaza tidak dihentikan.

Militer Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya dalam serangan brutal sejak Oktober 2023.

(Fajar Nugraha)