Ruas jalan di Kabupaten Pidie Jaya masih tergenang air dan dipenuhi lumpur. (Metro TV/Rudi Hermawan)
Ruas Jalan di Pidie Jaya Masih Dipenuhi Lumpur Usai Diterjang Banjir Bandang
29 January 2026 09:22
Pidie Jaya: Pemulihan infrastruktur di Kabupaten Pidie Jaya belum sepenuhnya tuntas pasca-banjir bandang yang melanda akhir November 2025 lalu. Sejumlah ruas jalan di kawasan permukiman hingga kini masih tergenang air dan dipenuhi lumpur.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengakui masih mengalami kendala dalam penanganan jalan yang terdampak. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa ruas jalan penghubung antardesa dan kecamatan sulit dilalui karena masih terisolasi pasca-banjir.
"Dengan berbagai macam alasan dan pertimbangan yang harus kita tindaklanjut seperti jalan-jalan kecamatan atau jalan permukiman belum terselesaikan," kata Sibral, di Aceh, Rabu, 29 Januari 2026.
Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar akses jalan di permukiman warga dapat kembali dilalui. Upaya tersebut dilakukan dalam masa tanggap darurat yang diperpanjang selama 14 hari.
"Insyaallah kita memang untuk jalan-jalan utama dan jalan permukiman kita berusaha memaksimalkan pembersihannya. Kita sudah melakukan bermacam ragam mekanisme supaya air yang tergenang di jalan-jalan yang terisolasi itu tidak lagi tergenang," ungkapnya.

Ruas jalan di Kabupaten Pidie Jaya masih tergenang air dan dipenuhi lumpur. (Metro TV/Rudi Hermawan)
Seperti diketahui, genangan air dan lumpur masih menutup badan jalan di Kabupaten Pidie Jaya. Padahal, bencana banjir bandang telah berlalu lebih dari dari dua bulan.
Kondisi ini menyulitkan warga untuk melintas, bahkan di beberapa titik kendaraan tidak dapat melewati jalan tersebut. Akibatnya, warga kesulitan mengakses rumah untuk membersihkan sisa material banjir.
Berbagai upaya telah dilakukan. Namun genangan air yang tidak mengalir lancar serta tumpukan lumpur yang menggunung di sisi kiri dan kanan jalan membuat proses penanganan berjalan lambat. (Rudi Hermawan)