Kemenhut Luncurkan Sistem Digital untuk Mengawasi Hutan

Kemenhut resmi mengandalkan sistem digital Decision Support System (DSS) Kehutanan yang dinamakan “Jaga Rimba”. Foto: Dok. Kemenhut.

Kemenhut Luncurkan Sistem Digital untuk Mengawasi Hutan

Cahya Mulyana • 17 June 2026 18:51

Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat transformasi tata kelola kehutanan nasional. Langkah strategis ini ditempuh melalui integrasi sistem digital, penguatan transparansi, akuntabilitas, serta pemanfaatan data intelligence sebagai basis utama pengambilan keputusan di kementerian.

Sebagai salah satu pilar transformasi tersebut, Kemenhut resmi mengandalkan sistem digital Decision Support System (DSS) Kehutanan yang dinamakan “Jaga Rimba”. Terobosan ini dirancang khusus untuk memperketat pengawasan kawasan hutan di Indonesia yang tantangannya dinilai kian kompleks.

“Ide tentang DSS ini sebenarnya sederhana saja, pengalaman saya masuk beberapa pekan beberapa bulan di kementerian yang kita banggakan ini, ada sesuatu yang harus kita perbaiki, ada sesuatu yang perlu kita benahi,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 17 Juni 2026.
 


Raja Juli membeberkan, DSS Jaga Rimba bekerja dengan cara mengintegrasikan berbagai aplikasi lintas direktorat jenderal. Sistem ini merangkum informasi geospasial tematik hingga aturan yang menjadi dasar dalam memahami keterkaitan kawasan, status perizinan, serta hak dan kewajiban para pemegang hak.

“Jadi idenya sederhana namun saya kira memiliki urgensi historis untuk memperbaiki kinerja kita, tidak hanya sekadar aplikasi, ini adalah kita coba membenahi cara berpikir kita, kita tidak boleh lagi ada ego sektoral,” tegas Raja Juli.

DSS Jaga Rimba diproyeksikan menjadi instrumen vital dalam menyokong terwujudnya One Map Policy Kehutanan atau Satu Peta Kawasan Hutan. Peta tunggal ini nantinya akan menjadi acuan bersama dalam pengelolaan dan pengawasan seluruh kawasan hutan di tanah air.

Hingga saat ini, sistem mutakhir tersebut telah disokong oleh 82 Informasi Geospasial Tematik yang diproduksi oleh 24 unit kerja eselon II. Selain itu, terdapat 123 Rules and Relations yang disematkan untuk memungkinkan proses analisis data berjalan lebih komprehensif, cepat, dan akurat.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Dok. Kemenhut.

DSS Jaga Rimba juga dibekali dengan fitur Early Warning System (sistem peringatan dini). Fitur cerdas ini mampu memunculkan notifikasi otomatis jika terdeteksi adanya potensi tumpang tindih perizinan, irisan permohonan lahan, maupun hotspot yang berpotensi memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kehadiran fitur penilai risiko ini diharapkan mampu mempercepat langkah mitigasi berbasis data riil di lapangan. “Meskipun aplikasi ini belum sempurna, tapi niat sederhana kita adalah agar kita bisa menjaga hutan, menjaga rimba, sekaligus menjaga kehidupan kita sebagai bangsa,” ujar Raja Juli.

(Fachri Audhia Hafiez)