Jejak harimau sumatera berukuran sekitar 12 centimeter di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. ANTARA/HO-BBKSDA Riau
Jejak Harimau Sumatra Ditemukan di Perkebunan Sawit Siak
Silvana Febiari • 11 January 2026 14:29
Siak: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau menemukan jejak harimau Sumatra di perkebunan sawit. Penemuan itu menyusul pengakuan seorang warga bernama Zulfikar yang bertemu hewan liar tersebut di Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis, 8 Januari 2026.
“Hasil pengecekan lapangan yang dilakukan pada Jumat (9 Januari) menemukan jejak harimau sumatra berukuran sekitar 12 sentimeter di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya,” kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Antara, Minggu, 11 Jannuari 2026.
Ujang menjelaskan bahwa Zulfikar saat itu dalam perjalanan menyusul dua temannya yang lebih dahulu memancing di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya. Dalam perjalanan tersebut, Zulfikar tiba-tiba merasa seperti diawasi sorot mata dari kejauhan.
Baca Juga :
Awalnya Zulfikar menduga sorot mata itu milik sapi. Namun setelah mengarahkan lampu senter ke arah mata tersebut, dia melihat seekor harimau sumatra berada sekitar empat meter dari posisinya, terpisah oleh parit antara jalan dan kebun.
Dalam kondisi ketakutan, Zulfikar langsung menjauh dan mencari perlindungan hingga mendapati sebuah pondok pekerja koperasi. Di lokasi tersebut, ia juga memperingatkan dua rekannya agar segera berlindung dan tidak melanjutkan aktivitas.
Lebih lanjut, Ujang menjelaskan bahwa dari hasil pengecekan lapangan, tim menemukan jejak harimau sumatra yang mengarah ke kawasan Hutan Produksi (HP) dengan jarak sekitar empat kilometer dari titik perjumpaan. Tim memperkirakan hanya satu ekor harimau yang melintas di lokasi itu
.jpeg)
Ilustrasi. Harimau liar yang ditangkap BKSDA Aceh beberapa waktu lalu. MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE
Atas temuan tersebut, tim BBKSDA Riau melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pemerintah desa. Mereka juga memberikan imbauan agar warga meningkatkan kewaspadaan.
“Tim meminta warga untuk tidak beraktivitas sendirian, mengutamakan kegiatan secara berkelompok, serta menghindari aktivitas terlalu pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif harimau sumatra,” pesannya.