Komdigi Dorong Integrasi Data Layanan Publik Antarkementerian Demi Kemudahan

Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, dalam Focus Group Discussion (FGD) Baintelkam Polri. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.

Komdigi Dorong Integrasi Data Layanan Publik Antarkementerian Demi Kemudahan

Metro TV • 23 September 2026 11:34

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memacu integrasi data antarkementerian dan lembaga guna meningkatkan efisiensi serta kenyamanan akses layanan publik bagi masyarakat. Melalui mekanisme pemisahan pengelolaan aplikasi dan data, masyarakat kini tidak perlu lagi direpotkan dengan proses pengisian data yang sama secara berulang saat mengakses berbagai fasilitas pemerintah.

“Ketika data ini terintegrasi tadi, pelanggan atau masyarakat itu tidak lagi harus menginput sesuatu yang sudah diinput di masing-masing layanan publik yang ada di kementerian,” kata Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, dalam Focus Group Discussion (FGD) Baintelkam Polri di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
 


Ismail menjelaskan bahwa dalam skema ini, masing-masing kementerian dan lembaga tetap memiliki wewenang penuh untuk mengelola aplikasinya. Namun, data pendukung di dalamnya dapat dimanfaatkan secara lintas sektor sesuai kebutuhan serta klasifikasi standar keamanan yang berlaku.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ekosistem digital nasional yang saling terhubung (interoperable), tanpa harus memaksakan penggabungan seluruh sistem ke dalam satu aplikasi tunggal.

“Strateginya ini bukan menyatukan seluruh aplikasi dan data dalam satu sistem besar, melainkan membangun ekosistem digital,” tegas Ismail.


Focus Group Discussion (FGD) Baintelkam Polri. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.

Komdigi menekankan bahwa tantangan utama integrasi data nasional tidak sekadar bertumpu pada kesiapan teknologi. Kesiapan komitmen antarlembaga untuk saling berbagi data sesuai dengan regulasi dan standar perlindungan data pribadi juga menjadi kunci keberhasilan transformasi digital tersebut.

(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)

(Fachri Audhia Hafiez)