9 Jurus Atur Keuangan Biar Tidak Terus 'Makan Tabungan'

Ilustrasi. Foto: Freepik.

9 Jurus Atur Keuangan Biar Tidak Terus 'Makan Tabungan'

Husen Miftahudin • 13 October 2026 15:02

Jakarta: Mengatur keuangan secara bijak dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terus menggunakan tabungan. Caranya dengan membagi pemasukan berdasarkan prioritas, mencatat pengeluaran, serta menyisihkan dana untuk tabungan dan investasi.

Dilansir dari situs resmi Pegadaian dan akun Instagram resmi @ojk_kalteng, keuangan perlu dikelola secara disiplin agar lebih terencana. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkenalkan metode 40/30/20/10 untuk membagi pemasukan menjadi empat pos, yaitu:
  • 40 persen untuk biaya hidup.
  • 30 persen untuk cicilan atau utang.
  • 20 persen untuk menabung dan investasi.
  • 10 persen untuk ibadah dan kegiatan sosial.

Pembagian ini dapat menjadi panduan dalam mengatur pemasukan sesuai kebutuhan dan prioritas.

Selain itu, pegadaian juga memberikan beberapa cara untuk membantu masyarakat mengelola keuangan pribadi dengan lebih teratur.
 

1. Tentukan tujuan finansial

Tetapkan target keuangan yang realistis, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Tujuan yang jelas dapat membantu menentukan arah penggunaan uang.
 

2. Atur skala prioritas

Dahulukan kebutuhan penting, seperti makanan dan tempat tinggal, daripada keinginan yang tidak mendesak. Hindari belanja impulsif agar pengeluaran tetap terkendali.
 

3. Catat pemasukan dan pengeluaran

Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran, termasuk pengeluaran kecil. Kelompokkan berdasarkan kebutuhan agar alokasi dana lebih mudah dipantau dan dievaluasi.
 

4. Siapkan dana darurat

Sisihkan uang secara bertahap untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti sakit atau kehilangan pekerjaan. Menurut Pegadaian, dana darurat yang disarankan untuk orang lajang setara dengan 3-6 kali pengeluaran bulanan, sedangkan bagi yang sudah menikah sebesar 6-9 kali pengeluaran bulanan.
 

5. Gunakan kartu kredit dan paylater dengan bijak

Gunakan fasilitas pembayaran tersebut hanya jika diperlukan dan sesuaikan dengan kemampuan finansial. Pastikan cicilan tidak membebani anggaran.
 

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
 

6. Rutin menabung

Sisihkan dana untuk tabungan sejak awal menerima pemasukan, bukan hanya mengandalkan sisa uang di akhir bulan. Kebiasaan ini membantu membangun disiplin keuangan.
 

7. Gunakan metode anggaran sesuai kebutuhan

Selain metode 40/30/20/10 dari OJK, Pegadaian juga menjelaskan metode penganggaran lain, seperti 50/30/20, 70/20/10, dan metode jar. Setiap metode membagi pemasukan ke dalam pos-pos tertentu agar pengeluaran lebih terarah.
 

8. Manfaatkan diskon secara bijak

Gunakan voucher dan promo untuk membeli barang yang memang dibutuhkan. Hindari membeli sesuatu hanya karena tergiur potongan harga.
 

9. Evaluasi keuangan secara berkala

Periksa kembali pemasukan dan pengeluaran untuk mengetahui apakah anggaran berjalan sesuai rencana. Sesuaikan alokasi dana jika kebutuhan berubah.
 

Sisihkan dana untuk tabungan dan investasi


Masyarakat disarankan untuk menyisihkan sebagian pemasukan untuk investasi, salah satunya melalui Tabungan Emas. Tabungan Emas dapat dibuka dengan pembelian awal minimal Rp10 ribu dan biaya pengelolaan rekening Rp30 ribu per tahun.

Saldo emas dapat dijual kembali, dicetak menjadi emas fisik, atau ditransfer ke sesama pemilik Tabungan Emas.

Dengan mengatur anggaran, mencatat pengeluaran, menyiapkan dana darurat, dan rutin menabung, masyarakat dapat mengelola keuangan lebih terencana tanpa terus menggunakan tabungan untuk kebutuhan sehari-hari. (Hasri Khairunnisa)

(Husen Miftahudin)