3 Orang Terluka dalam Penembakan dan Penikaman di Kampung Ambon Jakbar

Ilustrasi penembakan. Foto: Medcom.id.

3 Orang Terluka dalam Penembakan dan Penikaman di Kampung Ambon Jakbar

Anggi Tondi Martaon • 14 October 2026 23:50

Jakarta: Sebanyak tiga orang terluka dalam aksi penembakan dan penikaman di kawasan Jalan Tanggul Timur, seberang Kompleks Permata (Kampung Ambon), Cengkareng, Jakarta Barat. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu sore, 14 Oktober 2026.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan, sekitar pukul 16.00 WIB, tiga orang awalnya tengah bersantai di bantaran kali. Lalu, mereka diserang oleh orang tak dikenal. 

"Korban tiga orang. Kronologinya adalah ketika korban tiga orang sedang bersantai di pinggir kali menikmati sore hari, tiba-tiba datang kendaraan, setelah itu turun beberapa orang langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan menggunakan senjata api," kata Nasriadi dikutip dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.

Nasriadi mengatakan, insiden itu terjadi pasca penghancuran total lapak-lapak narkoba di kawasan Kampung Ambon yang dilakukan pada Selasa, 13 Oktober 2026. "Tepatnya di wilayah Cengkareng, berhadapan dengan Kampung Ambon atau Kompleks Permata, yang kemarin kita lakukan penggerebekan, kita lakukan pemusnahan barang bukti, dan kita melakukan penghancuran lapak," ungkap Nasriadi.
 


Nasriadi mengatakan, dua dari tiga korban mengalami luka sayatan senjata tajam pada bagian punggung dan lengan. Sedangkan satu korban lain tertambak senjata api pada bagian telinga.

"Ketiga korban dalam keadaan saat ini telah kita bawa langsung ke rumah sakit dalam proses perawatan, dan korban dinyatakan sehat, sadar, bisa menyampaikan kronologis kejadian," tutur Nasriadi.

Hingga kini, kepolisian masih memburu para pelaku. Petugas juga tengah menyelidiki hubungan antara insiden penyerangan berdarah tersebut dengan pembongkaran lapak narkoba yang dilakukan kepolisian.


Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

"Apakah ada hubungannya dengan peristiwa penggerebekan Kampung Ambon ini atau tidak ada, kita akan terus melakukan penyelidikan," tutur Nasriadi.

Dugaan antara dua hal tersebut semakin kuat. Sebab, beberapa waktu setelah penyerangan terjadi, area lapak yang kemarin dibongkar, dibakar oleh orang tak dikenal.

"Kita masih lakukan proses penyelidikan apakah ini sengaja dibakar sebagai wujud perlawanan bandar narkoba terhadap peristiwa yang kita lakukan, penggerebekan, penangkapan, dan sebagainya atau memang terbakar," kata Nasriadi.

(Anggi Tondi)