NEWSTICKER

Penantian Risalah Rapat Fed Bikin Dolar AS Ambruk

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Penantian Risalah Rapat Fed Bikin Dolar AS Ambruk

Husen Miftahudin • 21 November 2023 08:48

New York: Dolar AS melemah secara substansial pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), melanjutkan penurunannya dari minggu sebelumnya, karena investor mempertahankan keyakinan Federal Reserve telah menyelesaikan siklus kenaikan suku bunganya.

Mengutip Xinhua, Selasa, 21 November 2023, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,47 persen menjadi 103,4383 pada akhir perdagangan.

Jadwal perekonomian menjadi lebih tenang lantaran masuk dalam minggu libur Thanksgiving di Amerika Serikat. Sementara, yang menjadi fokus utama pasar adalah risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) November 2023, yang akan dirilis pada Selasa.

Presiden Federal Reserve Bank Richmond Tom Barkin mengatakan inflasi AS telah turun dengan baik, namun beberapa perusahaan berencana untuk terus menaikkan harga. Hal itu berarti The Fed harus mempertahankan suku bunga pada tingkat yang relatif tinggi untuk waktu yang lama.

"Saya melihat inflasi menjadi keras kepala, dan hal ini membuat saya berpendapat inflasi akan lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama," kata Barkin.

FedWatch Tool milik CME Group menunjukkan pasar memperkirakan kemungkinan 99,8 persen The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuannya di Desember 2023.

Baca juga: Oktober 2023, Inflasi AS Melandai ke 3,2%
 

Indeks ekonomi utama AS terpangkas


Sementara itu, Indeks Ekonomi Utama (LEI) Conference Board untuk Amerika Serikat turun 0,8 persen secara bulanan (mom) menjadi 103,9 di Oktober 2023, menyusul penurunan secara bulanan sebesar 0,7 persen di September 2023, menurut rilis The Conference Board pada hari Senin.

LEI mengalami kontraksi sebesar 3,3 persen selama periode enam bulan antara April dan Oktober 2023, penurunan yang lebih kecil dibandingkan kontraksi sebesar 4,5 persen selama enam bulan sebelumnya.

"Perjalanan LEI AS tetap negatif, dan tingkat pertumbuhan enam dan dua belas bulannya juga berada di wilayah negatif pada Oktober," kata Justyna Zabinska-La Monica, manajer senior, indikator siklus bisnis di The Conference Board.

"Setelah jeda pada September, LEI kembali memberikan sinyal resesi dalam waktu dekat. Conference Board memperkirakan peningkatan inflasi, suku bunga yang tinggi, dan kontraksi belanja konsumen, akan membawa perekonomian AS ke dalam resesi yang sangat singkat. Kami memperkirakan bahwa PDB riil akan berada dalam resesi yang sangat singkat. berkembang hanya 0,8 persen pada 2024," tambah Zabinska-La Monica.

Pada penutupan perdagangan New York, euro menguat menjadi USD1,0946 dari USD1,0899 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,2510 dari USD1,2449 pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 148,3030 yen Jepang, lebih rendah dari 149,6650 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS melemah menjadi 0,8843 franc Swiss dari 0,8856 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3722 dolar Kanada dari 1,3717 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,4398 krona Swedia dari 10,5313 krona Swedia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Metrotvnews.com

(Husen Miftahudin)