Kombinasi warna krem dan hijau tua (vintage livery) pernah menjadi wajah utama armada perkeretaapian Indonesia. Foto: Akun Instagram @infosepur4.
Perjalanan Livery Vintage Krem-Hijau yang Melegenda di Kereta Api Indonesia
Fachri Audhia Hafiez • 27 September 2026 19:34
Jakarta: Kombinasi warna krem dan hijau tua (vintage livery) pernah menjadi wajah utama armada perkeretaapian Indonesia selama hampir empat dekade. Corak khas yang melintasi era Djawatan Kereta Api (DKA), Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA), hingga Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) ini ternyata menyimpan nilai filosofis sekaligus fungsi teknis tersendiri.
"Corak ini bukan sekadar kombinasi warna. Ia menjadi bagian dari perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia, mulai dari penggunaannya pada era Hindia Belanda, kemudian melewati masa DKA, PNKA, hingga PJKA," tulis akun Instagram @infosepur4 dalam unggahannya dikutip Metrotvnews.com, Minggu, 27 September 2026.
Jauh sebelum ditetapkan sebagai identitas resmi DKA pada 1953, kombinasi warna krem dan hijau sudah mula diperkenalkan sejak era Hindia Belanda. Pada 1925, warna ini pertama kali digunakan pada armada Kereta Rel Listrik (KRL) sebelum akhirnya meluas ke berbagai kereta ekspres.
Penggunaan corak krem-hijau makin populer seiring dengan kedatangan CC200, lokomotif diesel pertama di Indonesia. Selama puluhan tahun, perpaduan dua warna tersebut setia menemani perjalanan masyarakat lintas generasi.

Kombinasi warna krem dan hijau tua (vintage livery) pernah menjadi wajah utama armada perkeretaapian Indonesia. Foto: Akun Instagram @infosepur4.
Pemilihan dua warna tersebut didasari oleh pertimbangan ilmiah dan estetika:
- Warna Krem: Diterapkan pada bodi bagian atas—sekitar jendela hingga batas atap—berfungsi membantu memantulkan panas sinar matahari agar suhu di dalam kabin tidak terlalu panas.
- Warna Hijau Tua: Diterapkan di bagian bawah bodi untuk memberikan kesan kokoh, menyatu dengan alam tropis Indonesia, sekaligus membantu menyamarkan kotoran atau debu jalanan.
Eksistensi livery krem-hijau ini bertahan hingga era 1990-an sebelum akhirnya digantikan oleh skema warna baru seiring gelombang modernisasi armada PT Kereta Api Indonesia (Persero). Meski era telah berganti, warna legendaris ini tetap menjadi bagian berharga dalam sejarah dan kenangan perkeretaapian Tanah Air.