Inovasi Jadi Strategi Industri Makanan Ringan Gaet Generasi Muda

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Inovasi Jadi Strategi Industri Makanan Ringan Gaet Generasi Muda

Ade Hapsari Lestarini • 22 October 2026 22:30

Jakarta: Produsen makanan ringan memiliki strategi untuk menjangkau konsumen muda khususnya generasi Z, yakni mengembangkan variasi rasa dan menawarkan harga terjangkau. PT Calbee Wings Food melalui produk Krisbee Chicken Nugget menghadirkan varian camilan yang terinspirasi dari cita rasa makanan restoran.

Head of Marketing Calbee Wings, Irmawati, mengatakan pengembangan produk tersebut didasarkan pada minat konsumen muda terhadap variasi rasa yang dekat dengan makanan favorit mereka.

"Kami memahami, anak muda, khususnya Gen Z, menyukai eksplorasi rasa baru yang dekat dengan makanan kesukaan mereka. Oleh karena itu, kami mengemas cita rasa favorit chicken nugget ke dalam bentuk snack yang siap santap,” ujar Irmawati dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Oktober 2026.

Menurut Irmawati, produk tersebut dikembangkan dengan rasa gurih dan tekstur renyah. Perusahaan juga menyebut proses pengolahannya menggunakan teknologi berstandar Jepang.
 

 

Distribusi jaringan ritel modern


Selain inovasi rasa, harga menjadi salah satu aspek yang ditonjolkan dalam peluncuran produk ini. Dengan banderol sekitar Rp7.000, camilan tersebut menyasar konsumen yang membutuhkan pilihan makanan ringan praktis dengan harga terjangkau.

Perusahaan juga mengandalkan distribusi melalui jaringan ritel modern. Produk tersebut telah tersedia di Indomaret, Alfamart, Alfamidi, dan FamilyMart. Distribusi selanjutnya direncanakan menjangkau minimarket, supermarket, dan warung secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam strategi pemasarannya, perusahaan turut melibatkan aktris Montserrat Gizelle, sebagai brand ambassador untuk menjangkau konsumen muda.

Pengembangan produk melalui variasi rasa, penetapan harga, dan perluasan distribusi menjadi salah satu pendekatan produsen untuk memperluas pasar makanan ringan. Namun, penerimaan konsumen dan keberhasilan strategi tersebut tetap bergantung pada daya beli, preferensi pasar, serta kemampuan perusahaan menjaga kualitas dan ketersediaan produk.

(Ade Hapsari Lestarini)