Situasi Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat pascaproyek galian saluran air dirampungkan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Usaha Pedagang Mulai Normal Pascaproyek Galian Saluran Air di Jalan Joglo Raya
Metro TV • 7 October 2026 14:48
Jakarta: Proyek galian saluran air (drainase) di Jalan Joglo Raya sampai Jalan Muchtar Raya, Kembangan, Jakarta Barat selesai dikerjakan. Pantauan Metrotvnews.com, kendaraan yang melintas terlihat ramai lancer pada Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB.
Sebelumnya, selama proyek ini dikerjakan sejak Juli 2026 lalu, ruas jalan di sisi kanan arah Ciledug tidak bisa dilintasi imbas galian untuk saluran air. Kini, galian yang memakan setengah ruas jalan itu telah teraspal.
Nampak perbedaan warna aspal yang baru diselesaikan itu kontras dengan ruas jalan yang tidak terkena galian. Material dan sisa tanah galian juga sudah tidak terlihat, warga kini bisa melintasi jalanan ini secara normal.
Salah seorang pedagang di ruas Jalan Joglo Raya, Dita, 46, mengaku penjualannya mulai membaik pascaproyek ini dirampungkan. Dita menuturkan selama proyek berlangsung, omzetnya sempat turun drastis.
“Udah mendingan sih, cuman enggak kayak dulu. Tapi lumayan lah ya sekarang. Mungkin karena baru minggu-minggu ini (proyek galian) selesainya,” kata Dita kepada Metrotvnews.com, Rabu, 7 Oktober 2026.
“Drastis lah, ini semua (pedagang) di sini juga pasti berkurang (omzetnya). Karena ya orang mau parkir ga bisa, naik kendaraan aja macet banget. Paling yang beli ya orang proyek atau ngga ya udah pada tau aja,” ujar Dita.
Pedagang lain, Amel, 26, turut mengungkapkan hal senada. Ia yang menjajakan nasi goreng tiap malam mengaku penjualnnya juga menurun. Kini, bertahap usahanya mulai membaik meski belum sepenuhnya normal.
“Biasanya bisa 5 liter (beras), pas ada galian itu paling cuma laku 3 liter (beras), kadang 2 liter (beras). Ya inilah sih udah lumayan, cuma sama aja kadang masih sepi. Ngga tau juga kenapa,” kata Amel.
Sorotan Warga Soal Keamanan Proyek Galian
Selain berdampak pada omzet Dita dan Amel sebagai pedagang, keduanya menyoroti terkait keamanan selama proyek berlangsung. Baik Dita dan Amel, mereka mengaku kerap menemui kendaraan yang terperosok, terutama mobil yang melintas di malam hari.“Mobil kebanyakan. Kemarin itu mobil listrik di sini nih. Seringnya pasti pas malem tuh,” kata Amel.

Lalu lintas di Jalan Joglo Raya, Kembangan, Jakarta Barat pascaproyek galian saluran air rampung. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Amel menambahkan setidaknya ia pernah menemui dalam sehari ada dua kendaraan yang terperosok ke galian.
“Sering sih menurut saya. Sehari pernah ada dua tuh mobil masuk (ke galian),” ujar Amel.
Dita menyebut hal ini kemungkinan karena minimnya penanda terhadap galian. Khususnya penanda yang mudah dikenali di malam hari.
“Mungkin dikasih kayak lampu kelip-kelip gitu tuh yang di jalanan harusnya. Jadi kan orang tahu apalagi harusnya di paling ujung sana dikasih tanda kayak lampu-lampu ada tulisan. Tulisan mah ada, tapi lampu-lampunya yang tanda ini enggak ada,” ungkap Dita.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)