Serapan Anggaran BGN Capai Tren Positif per September 2026

Ilustrasi MBG. Foto: Dok. Antara.

Serapan Anggaran BGN Capai Tren Positif per September 2026

Fachri Audhia Hafiez • 8 October 2026 17:23

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi Program Pemenuhan Gizi Nasional telah mencapai 63,89 persen per 16 September 2026. Capaian ini sejalan dengan percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus diakselerasi di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, untuk Program Dukungan Manajemen, BGN mencatatkan angka penyerapan sebesar 60,71 persen. Dilihat berdasarkan jenis belanja, penyerapan tertinggi tercatat pada belanja modal yang mencapai 71,03 persen, disusul oleh belanja pegawai sebesar 64,33 persen dan belanja barang sebesar 63,82 persen.
 


Adapun berdasarkan fungsi alokasinya, penyerapan fungsi kesehatan menduduki porsi terbesar yakni mencapai 65,80 persen. Kemudian disusul oleh fungsi pendidikan sebesar 63,68 persen serta fungsi ekonomi yang berada di angka 61,28 persen.

Pemerintah sendiri mencatat total realisasi anggaran program MBG secara keseluruhan telah menelan dana sebesar Rp134,2 triliun selama delapan bulan pelaksanaannya, dengan jangkauan lebih dari 62 juta penerima manfaat.

“Kita melihat bahwa program MBG, saat ini semakin tepat sasaran, didukung oleh reformasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang gencar diumumkan dalam beberapa waktu lalu,” ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam keterangannya beberapa waktu lalu.


Ilustrasi MBG. Foto: Dok. BGN.

Suahasil menekankan bahwa pembenahan tata kelola terus diperkuat, di antaranya melalui kewajiban sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah, hingga prioritas sebaran ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan menyusui.

“Jadi, penataan-penataan ini semua adalah reformasi yang sangat baik, membuat menjadi lebih tepat sasaran,” kata Suahasil.

Komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan program penanganan gizi ini juga telah disahkan dalam APBN 2027 dengan alokasi anggaran BGN sebesar Rp240,2 triliun, di mana Rp232,8 triliun di antaranya difokuskan langsung untuk pemenuhan gizi nasional. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan program MBG tetap menjadi prioritas utama demi menurunkan angka stunting sekaligus menggerakkan ekonomi desa.

(Fachri Audhia Hafiez)