Surat Berharga Syariah Negara. Foto: Dok. ANTARA
Mengenal Surat Berharga Syariah Negara, Keuntungan hingga Cara Kerjanya
Angel Rinella • 8 October 2026 14:41
Jakarta: Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) menjadi salah satu instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah berdasarkan prinsip syariah. Instrumen ini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan dana dengan tetap mengikuti ketentuan keuangan syariah.
Selain sebagai instrumen investasi, SBSN juga berperan dalam pembiayaan negara. Dana yang dihimpun melalui penerbitan SBSN digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pemerintah dan mendukung pembangunan nasional.
SBSN memiliki karakteristik yang membedakannya dari instrumen investasi konvensional. Penerbitan dan pengelolaannya menggunakan akad yang sesuai dengan prinsip syariah.
Bagi masyarakat yang tertarik berinvestasi melalui SBSN, penting untuk memahami pengertian hingga mekanisme investasinya. Berikut penjelasan mengenai SBSN dan cara kerjanya.

Ilustrasi. Foto: Freepik
Apa Itu Surat Berharga Syariah Negara?
Dilansir dari laman Kementerian Keuangan, SBSN atau Sukuk Negara merupakan surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah. Instrumen ini menjadi bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing.
Secara sederhana, SBSN merupakan instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah dengan prinsip dan akad sesuai ketentuan syariah. Investor menempatkan dana kepada pemerintah dalam jangka waktu tertentu dan memperoleh imbal hasil sesuai dengan produk yang dibeli.
Dilansir dari Pegadaian, SBSN menjadi bukti penyertaan investor terhadap aset yang menjadi dasar penerbitannya. Instrumen ini berbeda dari obligasi atau surat utang konvensional karena menggunakan akad syariah dan tidak mengandung unsur riba, gharar, serta maysir.
Keuntungan Investasi SBSN
Dilansir dari Pegadaian, SBSN memiliki sejumlah manfaat yang dapat dipertimbangkan masyarakat sebelum berinvestasi. Keuntungan tersebut meliputi imbal hasil, penerapan prinsip syariah, hingga perannya dalam pembiayaan negara.
Berikut sejumlah manfaat SBSN yang perlu diketahui:
- Imbal hasil kompetitif dan stabil
SBSN memberikan imbal hasil secara berkala yang umumnya dibayarkan setiap bulan. Pembayaran tersebut dapat menjadi pemasukan yang lebih terencana bagi investor. - Sesuai prinsip syariah
Mekanisme SBSN menggunakan akad yang sesuai dengan prinsip syariah dan mengacu pada fatwa DSN-MUI. Instrumen ini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi sesuai prinsip keuangan syariah. - Risiko relatif rendah
SBSN diterbitkan dan dijamin pemerintah sehingga memiliki risiko gagal bayar yang relatif rendah. Pokok investasi dan imbal hasil dibayarkan sesuai ketentuan hingga jatuh tempo. - Mendukung pembangunan negara
Dana yang dihimpun melalui SBSN digunakan untuk mendukung pembiayaan negara. Penggunaannya mencakup pembangunan infrastruktur dan berbagai program strategis. - Mendukung diversifikasi portofolio
SBSN dapat digunakan untuk melengkapi portofolio bersama deposito, emas, reksa dana, maupun saham. Pilihan instrumen tetap perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko investor.
Ilustrasi sukuk. Foto: Shutterstock via Bareksa
Jenis-Jenis SBSN
SBSN memiliki beberapa jenis yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan tujuan investasi. Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda, mulai dari sasaran investor hingga mekanisme imbal hasil.
Jenis SBSN yang tersedia meliputi:
- Sukuk Tabungan
Sukuk Tabungan ditujukan bagi investor individu dan umumnya memiliki tenor tertentu dengan kupon mengambang. Produk ini dapat menjadi pilihan investasi jangka menengah dengan prinsip syariah. - Sukuk Ritel
Sukuk Ritel diperuntukkan bagi investor ritel dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai ketentuan. Produk ini memiliki nominal investasi yang relatif terjangkau dengan imbal hasil tetap. - Sukuk Negara Umum
Sukuk Negara Umum umumnya ditujukan bagi investor institusi maupun individu dengan nominal investasi yang lebih besar. Instrumen ini digunakan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan negara dalam skala yang lebih luas.
Bagaimana Cara Kerja SBSN?
Investasi SBSN dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pembelian hingga pengembalian pokok saat jatuh tempo. Setiap tahap berjalan sesuai dengan ketentuan dan jenis SBSN yang dipilih investor.
Berikut tahapan yang perlu dilalui dalam investasi SBSN:
- Pembelian melalui mitra distribusi resmi
Investor dapat membeli SBSN melalui bank, perusahaan sekuritas, atau platform digital yang ditunjuk Kementerian Keuangan. Pembelian dilakukan sesuai periode dan ketentuan penerbitan produk. - Dana digunakan untuk pembiayaan negara
Dana dari penerbitan SBSN digunakan pemerintah untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dan pembangunan yang sesuai prinsip syariah. Penggunaan dana tersebut menjadi bagian dari kontribusi SBSN terhadap pembiayaan negara. - Investor menerima imbal hasil secara berkala
Investor memperoleh kupon atau imbal hasil secara rutin selama masa investasi. Pembayaran umumnya dilakukan setiap bulan dan disalurkan ke rekening investor. - Pokok investasi dikembalikan saat jatuh tempo
Setelah SBSN mencapai jatuh tempo, pemerintah mengembalikan pokok investasi kepada investor. Pengembalian dilakukan sesuai nilai dan ketentuan produk yang berlaku.
Dengan mekanisme tersebut, SBSN memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh imbal hasil sekaligus berpartisipasi dalam pembiayaan negara. Instrumen ini juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dengan tetap mengikuti prinsip keuangan syariah.
(Siti Nahdia Usman)