Tim SAR melakukan evakuasi korban yang tertimbun di Maumere, NTT. Foto: ANTARA.
Purbaya: Pemerintah Punya Dana Siap Pakai Rp5 Triliun untuk Bencana
Husen Miftahudin • 17 August 2026 16:36
Jakarta: Pemerintah menyiapkan dana siap pakai (on call) senilai Rp5 triliun untuk mendukung penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan anggaran tersebut dapat ditambah sesuai kebutuhan riil di lapangan. Penambahan dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB," kata Purbaya di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 17 Agustus 2026.
Purbaya memastikan permintaan pendanaan untuk penanganan bencana akan diproses dengan cepat melalui mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah disiapkan pemerintah.
"Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas," kata dia.
BNPB punya dana siap pakai Rp500 miliar
Selain anggaran yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan, BNPB juga memiliki dana siap pakai untuk mendukung kebutuhan penanganan darurat di lapangan.
Purbaya menyebut dana yang tersedia di BNPB mencapai sekitar Rp500 miliar. Apabila dana tersebut tidak mencukupi, pemerintah dapat memberikan tambahan anggaran.
"Di BNPB juga sudah tersedia dana yang siap digunakan, sekitar Rp500 miliar dalam posisi siaga. Kalau kurang, kami tambahkan kembali,” ungkap dia.
Menurut Purbaya, kesiapan anggaran tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah agar kebutuhan pembiayaan tidak menghambat proses penanganan bencana.
Dukungan anggaran akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan serta permintaan resmi BNPB. Pemerintah juga tetap mempertimbangkan kesiapan fiskal dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

(Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Sumber : BPBD Kabupaten Manggarai Timur)
Tangani gempa NTT
Kesiapan dana penanggulangan bencana tersebut menjadi perhatian di tengah penanganan gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA.
Berdasarkan data BNPB per Minggu, 16 Agustus 2026 malam, gempa tersebut menyebabkan 54 orang meninggal dunia dan 199 orang mengalami luka-luka.
BNPB juga mencatat sebanyak 9.963 orang mengungsi dan 1.528 kepala keluarga (KK) terdampak akibat gempa di sisi utara Pulau Flores tersebut.
Dari sisi kerusakan bangunan, BNPB mencatat sebanyak 2.403 rumah terdampak gempa. Rinciannya terdiri atas 1.543 rumah rusak berat, 328 rumah rusak sedang, dan 532 rumah rusak ringan.