KDM Jemput 12 Warga Jabar Korban TPPO di Maumere

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjemput 12 warga Jabar yang menjadi korban kasus TPPO di Maumere, NTT. ANTARA/HO-Joni

KDM Jemput 12 Warga Jabar Korban TPPO di Maumere

Silvana Febiari • 23 February 2026 13:16

Kupang: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau yang dikenal dengan Kang Dedi Mulyadi (KDM) menjemput 12 warga Jabar di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka diduga menjadi korban tindakan pidana perdagangan orang (TPPO).

"Kedatangan saya ke sini (Maumere) dalam rangka memastikan para korban ini dalam keadaan sehat, selamat dan dalam keadaan baik, sehingga mereka bisa kembali ke Jawa Barat," katanya saat diwawancarai di Maumere, seperti dilansir Antara, Senin, 23 Februari 2026.

KDM mengatakan proses hukum terhadap 12 warganya yang bekerja sebagai pemandu lagu atau LC di tempat karaoke di Maumere itu tetap berlanjut walaupun telah kembali ke Jawa Barat. Dia memastikan para korban yang dipulangkan ini telah menyatakan kesiapannya untuk terus mengikuti proses penanganan perkara TPPO.
 


"Mulai dari penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, lalu jika diminta jadi saksi dan berkas-berkas di kejaksaan dan di pengadilan, para korban itu menyatakan kesiapannya," ujar KDM.

Dalam semua proses hukum itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap memberikan pendampingan hukum sampai masalah tersebut selesai. KDM menjelaskan para korban dipulangkan terlebih dahulu, dan akan kembali ke Maumere, jika terkait dengan kebutuhan penanganan kasus TPPO itu.


Ilustrasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Medcom.id


Berdasarkan laporan yang diterima, kata KDM, para korban yang akan dipulangkan tidak mendapatkan kejelasan soal upah selama bekerja di lokasi tersebut. Selain itu, mereka juga mengalami perlakuan kekerasan saat bekerja.

"Pertama dari sisi ketenagakerjaan, mereka tidak memiliki kepastian berapa besaran upah yang diterima dan kedua adanya perlakuan kekerasan," ujarnya.

Dia berharap kasus TPPO yang melibatkan warganya itu agar diproses secara baik dan dilakukan secara transparan. "Untuk penegak hukum, tegakan hukum di manapun. Saya yakin bahwa teman-teman kepolisian dan kejaksaan bisa menangani secara baik," tutur KDM.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)