Wamen HAM Cerita Berputar-putar 2 Jam di Udara Sebelum Pesawat Putar Balik ke Doha

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM), Mugiyanto Sipin, masih tertahan di Doha, Qatar, setelah gagal terbang menuju Jenewa, Swiss. Dok. Instagram Kementerian HAM

Wamen HAM Cerita Berputar-putar 2 Jam di Udara Sebelum Pesawat Putar Balik ke Doha

Achmad Zulfikar Fazli • 1 March 2026 06:56

Jakarta: Penerbangan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM), Mugiyanto Sipin, dari Hamad Airport, Doha, Qatar, menuju Jenewa, Swiss, terpaksa dibatalkan imbas perang yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel. Pasalnya, pesawat tidak bisa melintas setelah penutupan wilayah udara di sejumlah kawasan Timur Tengah.

Mugiyanto menceritakan awal mula pembatalan penerbangan tersebut. Pada Sabtu, 28 Februari 2026, pukul 16.00 waktu setempat, Mugiyanto bersama tim Kementerian HAM sempat lepas landas dari Doha menuju Jenewa.

Baru setengah jam mengudara, sang pilot menginformasikan penerbangan tidak bisa dilanjutkan. Musababnya, wilayah udara di Irak dan Iran ditutup.

"Jadi setelah berputar-putar di udara selama sekitar 2 jam kami akhirnya mendarat kembali di Hamad Airport di Doha," ujar Mugiyanto dalam keterangannya di akun Instagram Kementerian HAM, dikutip pada Minggu, 1 Maret 2026.
 

Baca Juga: 

Penerbangan ke Jenewa Dibatalkan, Wamen HAM Masih Tertahan di Doha



Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM), Mugiyanto Sipin, masih tertahan di Doha, Qatar, setelah gagal terbang menuju Jenewa, Swiss. Dok. Instagram Kementerian HAM

Sejak Sabtu pagi waktu setempat hingga saat ini, dia masih berada di Hamad Airport, Doha. Dia belum tahu kapan pesawat Qatar Airways yang akan digunakan menuju Jenewa dapat kembali lepas landas dari Doha.

Dia menjelaskan pemerintah Qatar juga saat ini sudah menetapkan situasi darurat nasional. Seluruh warga Qatar diharapkan tetap di rumah dan menjauhi wilayah militer.

"Dan tampaknya di Qatar sudah diberlakukan national emergency situation, darurat nasional, di mana warga diharapkan untuk tetap di rumah, tidak melakukan perjalanan dan menjauhi instalasi militer. Jadi kami tetap stay di bandara menunggu informasi dari Qatar Airways. Dan, sampai sekarang status perjalanan kami yang ke Jenewa semuanya dibatalkan, cancelled," ujar dia.

Dia bersama tim Kementerian HAM juga masih berada di bandara sembari menunggu informasi penerbangan dari Qatar Airways. Dia berharap perang antara Iran dan AS-Israel bisa segera berakhir. Sehingga, dia dan timnya bisa segera terbang menuju Jenewa untuk menghadiri sidang Dewan HAM.

"Kami berharap situasi segera membaik, sehingga udara di kawasan Teluk ini, di Qatar, dan negara-negara sekitarnya bisa dibuka kembali, sehingga perjalanan mobilitas orang bisa kembali normal, supaya kami bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Jenewa karena kami akan menghadiri sidang Dewan HAM sesi 61 pada hari Senin nanti," kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)