Rupiah Dibuka ke Rp17.981/USD Kamis Pagi

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Dibuka ke Rp17.981/USD Kamis Pagi

Eko Nordiansyah • 4 June 2026 09:08

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah masih tertekan saat dolar AS menguat di tengah ketidakpastian perundingan perdamaian antara AS-Iran.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 3 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.981 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 15 poin atau setara 0,08 persen dari Rp17.966 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.926 per USD. Rupiah juga bergerak melemah dari Rp17.858 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Tekanan faktor global dan domestik

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif pada kisaran Rp17.960-Rp18.030 per USD.

Dari eksternal, investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Israel melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan, sementara Iran dilaporkan menembakkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain.

"Putaran pembicaraan lain yang melibatkan Israel dan Lebanon dijadwalkan Rabu, sementara ketidakpastian masih berlanjut mengenai negosiasi antara Washington dan Teheran," ujar Ibrahim.

Sementara, dari dalam negeri, Ibrahim memandang sentimen terhadap mata uang Garuda turun setelah inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi April 2026 yang sebesar 0,13 persen.

Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 masih mencatat surplus sebesar USD89,1 juta. Dengan capaian itu, Indonesia mempertahankan tren surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

(Eko Nordiansyah)