Juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl Mulachela . (Metrotvnews.com)
KBRI Nairobi Intensifkan Koordinasi untuk Bebaskan 4 ABK WNI di Somalia
Dimas Chairullah • 28 April 2026 14:27
Jakarta : Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan pihaknya sedang bergerak cepat menangani insiden pembajakan Kapal MT Honour 25 oleh perompak di perairan Somalia.
Kapal komersial tersebut diketahui membawa empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK).
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Mulachela, menyatakan bahwa pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia.
"KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia menindaklanjuti laporan pembajakan Kapal MT Honour 25 yang terjadi di perairan sekitar Hafun, Somalia pada tanggal 22 April 2026," kata Nabyl kepada Metrotvnews.com, Selasa, 28 April 2026.
Lebih lanjut, Nabyl merinci bahwa total ada 16 awak yang berada di dalam kapal tersebut saat insiden pembajakan terjadi. Selain empat orang awak asal Indonesia, terdapat pula belasan kru dari berbagai negara Asia lainnya.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh hingga saat ini, kapal tersebut diawaki oleh 4 ABK WNI, 10 WN Pakistan, 1 WN India, dan 1 WN Myanmar," ungkapnya.
Percepatan Proses Pembebasan
Saat ini, langkah diplomasi dan negosiasi tengah diupayakan. Nabyl menjelaskan bahwa fokus penanganan tidak hanya dilakukan melalui jalur pemerintahan , tetapi juga merangkul elemen lokal di Somalia untuk mempercepat proses pembebasan.Upaya yang dilakukan melibatkan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha yang memiliki keterkaitan dengan operasional kapal di wilayah tersebut.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan keempat WNI yang disandera merupakan prioritas mutlak dalam setiap langkah yang diambil.
"KBRI Nairobi akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama melalui koordinasi intensif dan terukur dengan seluruh pihak terkait, guna memastikan proses penanganan berjalan optimal dengan tetap mengedepankan keselamatan para ABK WNI" pungkas Nabyl.
Baca juga: Kemlu Lakukan Koordinasi Intensif untuk Bebaskan ABK WNI dari Pembajak Somalia