Sejumlah pengendara sepeda motor menunggu untuk menyeberangi jalur perlintasan kereta api tanpa palang pintu di kawasan Roxy, Gambir, Jakarta, Rabu (6/8/2025). ANTARA FOTO/Fauzan.
Rano Sebut Perlintasan Kereta di Jakarta Harus Dievaluasi
Achmad Zulfikar Fazli • 29 April 2026 12:29
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebutkan perlintasan sebidang kereta api di wilayah Jakarta harus dievaluasi untuk mencegah terulangnya kecelakaan seperti di Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026. Dia mengatakan ada beberapa perlintasan sebidang yang tidak tertutup dan hanya dijaga petugas di wilayah Jakarta.
"Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga. Tetapi, ini bagian yang harus kami evaluasi. Mudah-mudahan, tidak terjadi lagi kecelakaan," kata Rano di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 29 April 2026.
Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Afan Adriansyah, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI saat ini membangun jalan layang (flyover) di Jalan Latumenten, Jakarta Barat.
"Ini adalah (proyek menggunakan anggaran) multiyears (tahun jamak) yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga, dan sudah dimulai pada akhir tahun 2025, dan akan dituntaskan pada tahun ini," ujar Afan.
%20DKI%20Jakarta%2C%20Rano%20Karno%20saat%20melakukan%20Safari%20Ramadan%20di%20Musala%20Al%20Mabrur%2C%20Jalan%20Kamboja%20Nomor%208%2C%20Karang%20Tengah%2C%20Kecamatan%20Cilandak%2C%20Jakarta%20Selatan%2C%20Minggu%20(22_2_2026)_%20ANTARA_HO-Pemprov%20DKI%20Jakarta.jpg)
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno saat melakukan Safari Ramadan di Musala Al Mabrur, Jalan Kamboja Nomor 8, Karang Tengah, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (22/2/2026). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta
Baca Juga:
Kecelakaan Kereta, PT KAI Evaluasi Internal dan Eksternal |
Selain di Jalan Latumenten, Pemprov DKI membangun jalan layang di Bintaro Puspita yang sudah masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Pembangunan jalan layang Latumenten dilakukan di sisi timur dan barat jalan, dengan panjang sisi barat 440,86 meter dan lebar atau Right of Way (ROW) 11 meter, serta panjang sisi timur 439,23 meter dengan ROW 10 meter. Sedangkan, flyover Bintaro Puspita direncanakan memiliki panjang 441 meter dengan ROW 9 meter, dan dibangun untuk mengatasi kemacetan di perlintasan kereta api di kawasan Bintaro.
Pembangunan jalan layang tersebut merupakan bagian dari upaya dan komitmen pemerintah daerah (pemda) dalam tata kelola perlintasan untuk memindahkan seluruh perlintasan sebidang atau liar kereta api, karena dinilai menjadi salah satu lokasi rawan kecelakaan.
Di samping itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta telah menutup 40 titik perlintasan liar rawan sepanjang 2025 sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka kecelakaan.
KAI Jakarta mencatat sejak Januari hingga Desember 2025, terjadi 237 kejadian tabrakan antara kereta api, orang, dan hewan. Dari jumlah tersebut, 55 kejadian di antaranya melibatkan kendaraan, 177 kejadian tabrakan antara kereta api dan orang, dan sisanya melibatkan hewan.