Sepak Terjang Inarno Djajadi dari BEI hingga OJK Sebelum 'Nyerah' saat IHSG 'Merah Menyala'

Inarno Djajadi, pejabat OJK yang menyerah saat IHSG terus-terusan 'merah menyala'. Foto: dok UGM.

Sepak Terjang Inarno Djajadi dari BEI hingga OJK Sebelum 'Nyerah' saat IHSG 'Merah Menyala'

Husen Miftahudin • 31 January 2026 14:42

Jakarta: Inarno Djajadi, salah satu pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyerah dan bertanggung jawab saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus-terusan 'kebakaran' imbas pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia.

Pengunduran diri Inarno sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK dilakukan bersamaan dengan penanggalan jabatan yang dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar beserta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I.B. Aditya Jayaantara.

Sebelumnya, pada Jumat pagi, 30 Januari 2026, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman juga mengundurkan diri. Lantas dua jam setelah pengunduran diri Mahendra dan Inarno, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara juga ikut menanggalkan jabatannya.

Inarno merupakan seorang profesional yang malang melintang di dunia pasar modal. Namanya begitu tenar hingga duduk di kursi orang pertama di BEI sebelum menyeberang menjadi petinggi OJK. Mengutip dari berbagai sumber, berikut profil lengkap Inarno Djajadi.
 

Baca juga: Profil Mirza Adityaswara, Orang Nomor 2 OJK yang Ikut 'Gerbong' Mahendra Tanggalkan Jabatan
 

Profil Inarno Djajadi


Inarno Djajdi merupakan profesional yang berpengalaman di dunia pasar modal. Pria kelahiran 31 Desember 1962 ini sempat menimba ilmu di Universitas Gajah Mada (UGM) jurusan ekonomi dan lulus pada 1988. Setelah lulus dari UGM, dia meniti awal kariernya di PT Bank Uppindo sebagai Treassury Officer selama dua tahun dari 1?989-1991.
 
Kariernya semakin menanjak, Inarno pun didaulat menjadi Direktur di PT Aspac Upindo Sekuritas pada 1991-1997. ?Lalu, berlabuh ke PT Mitra Duta Sekuritas untuk mengisi kursi Direktur di periode 1997-1999.
 
Berkarier dua tahun di PT Mitra Duta Sekuritas, selanjutnya Inarno pindah ke PT Widari Securities di 1999. Tak lama bekerja di Widari Securities, dia langsung dipercayakan menjadi Presiden Direktur di PT Madani Securities. Selama tiga tahun lamanya dia menjabat sebagai orang nomor pertama di Madani Securities.
 
Kepiawaiannya di dunia pasar modal membuat Inarno dipercaya untuk merebut kursi orang nomor pertama di ?PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) selama periode 2003-2009.
 
Pria yang lahir di Yogyakarta itu ?cukup lama berkarier di KPEI. Setelah menjabat posisi direktur utama selama enam tahun, lalu dia menjabat sebagai komisaris dan Presiden Komisaris di KPEI selama periode 2013-2016.
 
Inarno diketahui sempat menimba karier di PT Maybank Kim Eng Securities sebagai Presiden Komisaris di periode 2013 2014 sebelum di BEI dan PT CIMB Sekuritas Indonesia.


(Ilustrasi, Gedung BEI. Foto: dok Ajaib)
 

Jadi orang nomor satu di BEI


Lalu pada Juni 2018, ia ditetapkan sebagai Dirut BEI untuk periode 2018-2021. Inarno ditunjuk menjadi orang nomor satu di pasar modal Indonesia menggantikan posisi Tito Sulistio.

Setelahnya, Inarno mencalonkan diri sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK bersama dengan Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara. Sayang ia gagal, tetapi masuk menjadi pejabat penting OJK yang mengurusi bidang pasar modal.

Inarno kemudian ditetapkan sebagai KE PMDK OJK bersama dengan Mahendra Sirezar dan Mirza Adityaswara untuk masa jabatan 2022 hingga 2027, sebelum akhirnya pada Jumat, 30 Januari 2026, ia menanggalkan posisi tersebut imbas IHSG yang terus-terusan 'merah menyala'.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)