Festival Muharram 1448 Hijriah di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan. Foto: Instagram Disparekraf DKI Jakarta.
Kirab Obor 500 Warga Jadi Puncak Festival Muharram Jakarta
Satrio Adi Putranto • 14 June 2026 20:10
Jakarta: Puncak perayaan Festival Muharram 1448 Hijriah di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, dipastikan bakal berlangsung semarak dengan kehadiran kirab pawai obor. Agenda yang dijadwalkan bergulir pada Senin malam, 15 Juni 2026 tersebut, diproyeksikan menjadi daya tarik utama sekaligus magnet bagi ratusan warga untuk merayakan momentum pergantian Tahun Baru Islam.
“Di puncaknya itu di tanggal 15 Juni, di hari Senin tepat ketika matahari terbenam, di Magrib, yaitu ketika masuk ke 1 Muharam. Dan itu dihadiri kurang lebih 500 orang dari masyarakat Jakarta, khususnya di Jakarta Selatan,” kata Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Lucky Wulandari, di lokasi acara, Minggu, 14 Juni 2026.
Lucky menggarisbawahi bahwa pawai obor ini merupakan puncak dari rangkaian festival dua hari yang sengaja diintegrasikan dengan perayaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Dipilihnya Taman Bendera Pusaka sebagai episentrum acara juga menjadi representasi dari misi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghidupkan ruang terbuka inklusif yang ramah dan dapat diakses gratis oleh publik selama 24 jam.
“Kegiatan ini yang merupakan kegiatan Festival Muharram 1448 Hijriah ini merupakan salah satu bagian atau rangkaian menjelang HUT Jakarta ke-499. Dan untuk pemilihan lokasi di Taman Bendera Pusaka adalah karena memang sebagai salah satu aktivasi program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan taman terbuka 24 jam yang juga untuk masyarakat umum dan secara gratis,” ucap Lucky.

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Lucky Wulandari. Foto: Metro TV/Satrio Adi Putranto.
Selain kirab obor yang menjadi primadona acara, Disparekraf DKI Jakarta juga meramu festival ini dengan berbagai kegiatan multikultural dan religi lainnya. Sepanjang gelaran berlangsung, masyarakat urban Jakarta disuguhkan dengan ragam alternatif hiburan positif, mulai dari festival kuliner halal, konser musik bernuansa Islami, tausiah keagamaan, hingga doa bersama lintas iman demi mempererat persaudaraan.
“Jakarta itu terbuka untuk semua, inklusif, dan juga merayakan semua perayaan hari besar keagamaan, termasuk juga Tahun Baru Islam. Selain tausiah juga ada kirab pawai obor, kemudian ada konser Islam, dan Halal Food Festival, dan juga melibatkan berbagai macam lintas agama juga, nanti ada doa bersama,” ujar dia.