Bantuan air bersih sebanyak 10 ribu mulai disalurkan di desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara untuk memenuhi kebutuhan 870 keluarga yang sudah mengalami kekeringan akibat kemarau. (MI)
Hadapi Kekeringan, Jawa Tengah Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih
Akhmad Safuan • 11 June 2026 13:42
Semarang: Sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) mulai melakukan mitigasi memasuki musim kemarau. Ribuan liter air bersih untuk bantuan disiapkan.
"11 daerah yang diperkirakan mengalami awal musim kemarau pada Juni 2026 atau sekitar 12,9 persen dari total wilayah Jawa Tengah," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto, Kamis, 11 Juni 2026.
Berikut wilayah di Jawa Tengah memasuki musim kemarau:
- Kabupaten Purbalingga Sebagian besar wilayah
- Kabupaten Banyumas
- Sebagian besar wilayah Kabupaten Banjarnegara
- Sebagian wilayah Kabupaten Pekalongan
- Sebagian wilayah Kabupaten Batang
- Sebagian wilayah Kabupaten Wonosobo
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Brebes
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Tegal
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Pemalang
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kendal
- Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kebumen
Mitigasi Bencana Kekeringan
Sementara itu menghadapi ancaman kekeringan akibat kemarau panjang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah daerah melakukan mitigasi bencana dengan menyiapkan kebutuhan air bersih di daerah rawan kekeringan. Bahkan sejumlah daerah di Jawa Tengah mulai kekurangan air bersih.Sebanyak 870 keluarga di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, merasakan dampak kekeringan. BPBD setempat menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter air bersih yang diangkut dengan dua truk tangki.
"Sejumlah wilayah sudah mulai alami kekeringan dan meminta bantuan air bersi, kita langsung kirimkan air bersih tersebut ke desa terdampak kemarau," ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Jepara Bagus Ari Wibowo, Kamis, 11 Juni 2026.

Bantuan air bersih sebanyak 10 ribu mulai disalurkan di desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara untuk memenuhi kebutuhan 870 keluarga yang sudah mengalami kekeringan akibat kemarau. (MI)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan untuk menghadapi kemarau panjang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk lakuhan antisipasi kekurangan air melalui pemetaan titik rawan kekeringan.
"Kemarau tahun ini berpotensi terjadi kekeningan, karena lebih panas dibandingkan 2023 lalu yang berdampak kekurangan air, sehingga dilakukan antisipasi dini dengan mitigasi bencana," ujar Bergas. Selain pemetaan wilayah berpotensi kekeringan, ungkap Bergas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menyiapkan cadangan air bersih untuk disalurkan ke daerah atau wilayah yang mengalami kekeringan.
"Kita siapkan 123 juta liter air bersih untuk mengantisipasi ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun 2026," tambahnya.
Bantuan air bersih tersebut, menurut Bergas Catursasi Penanggungan, telah siap didistribusikan ke 18 kabupaten/kota yang masuk dalam peta daerah rawan kekeringan. Dia menyebut karakteristik kemarau tahun ini diprediksi mirip dengan kondisi tahun 2024, di mana saat itu didistribusikan bantuan air bersih hingga 54 juta liter.