Bendera Republik Islam Iran. (Anadolu Agency)
Iran Eksekusi Mati Dua Orang yang Dituding Jadi Mata-mata Mossad
Willy Haryono • 3 August 2026 15:09
Teheran: Iran mengeksekusi mati dua pria yang divonis bersalah karena menjadi mata-mata badan intelijen Israel, Mossad, di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Kantor berita resmi IRNA melaporkan pada Senin, 3 Agustud 2026, bahwa lembaga peradilan Iran mengidentifikasi kedua terpidana tersebut sebagai Omid Behzad dan Pouria Safvat.
Menurut pihak kehakiman, keduanya dinyatakan bersalah atas tuduhan spionase dan pengkhianatan karena bekerja untuk Mossad.
Lembaga peradilan Iran menyebut Behzad dan Safvat memasok koordinat, foto, serta informasi mengenai lokasi militer dan fasilitas keamanan Iran kepada petugas Mossad.
Informasi tersebut disebut digunakan dalam serangan Israel terhadap Iran pada 13 Juni 2025 serta selama konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari 2026.
Dalam konflik tersebut, Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan militer selama 13 hari hingga 24 Juli.
Washington menyerang sejumlah target di wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang apa yang disebutnya sebagai fasilitas dan peralatan militer Amerika Serikat di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
Eskalasi tersebut terjadi setelah memorandum kesepahaman yang ditandatangani Amerika Serikat dan Iran pada 18 Juni, disusul dimulainya perundingan untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih komprehensif.
Namun, proses negosiasi kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi dan perdagangan paling strategis di dunia.
Baca juga: Intelijen Iran Tangkap Empat Mata-mata Mossad dan Bongkar Jaringan Teror