Demi Generasi Emas 2045, Pembangunan Sekolah Rakyat Didorong Tepat Waktu

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kedua dari kanan). Foto: ANTARA/HO-Kementerian PU.

Demi Generasi Emas 2045, Pembangunan Sekolah Rakyat Didorong Tepat Waktu

Lukman Diah Sari • 19 April 2026 15:26

Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta seluruh jajaran bekerja maksimal dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Ia menginstruksikan jajarannya untuk bersungguh-sungguh menjalankan tugas agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera ini dapat selesai tepat waktu dan berkualitas.

“Kita enggak punya ide, tetapi kita dikasih kepercayaan untuk mewujudkan ide ini harusnya kita bersemangat 45, kalau perlu mati di lapangan sana agar sekolah ini terbangun on time dengan kualitas yang bagus,” ujar dia dalam keterangan persnya, diterima pada Minggu, 19 April 2025.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. (Istimewa) 

Dody mengungkapkan, Sekolah Rakyat merupakan hasil pemikiran Presiden Prabowo sebagai seorang negarawan. Namun, ia menyayangkan masih ada segelintir pihak yang menyepelekan program tersebut, sehingga dalam proses pembangunannya sempat terjadi hambatan.

“Program Sekolah Rakyat ini dicetuskan karena kenegarawan seorang Prabowo Subianto. Saya enggak kepikiran, Menteri Sosial pun enggak kepikiran, enggak ada kepikiran sama sekali. Benar-benar beliau ini jenius urusan negara ini,” jelas Dody.

Ia menegaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak yang belum mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Program ini diharapkan mampu menjadi fondasi bagi terwujudnya generasi emas Indonesia pada 2045.

“Ini kan untuk adik-adik kita gitu. Adik-adik kita yang prasejahtera karena banyak, inilah generasi emas kita nanti, paling enggak di tahun 2045,” ujar Dody.

Optimistis Pembangunan Sekolah Rakyat Tepat Waktu

Meski demikian, Dody meyakini pembangunan Sekolah Rakyat dapat selesai tepat waktu, sehingga saat memasuki tahun ajaran baru pada Juli 2026, anak-anak sudah dapat menggunakan fasilitas tersebut.

“Saya mohon doanya saja agar kami bisa tepat waktu, insyaallah bisa,” kata dia.

Ia juga optimistis terhadap komitmen para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut. Dari total 38.600 karyawan, Dody menilai sebagian besar memiliki semangat tinggi untuk menuntaskan pembangunan.

“Saya yakin dari jumlah 38.600 karyawan, saya yakin sebagian besar adalah orang-orang yang masih merah putihnya masih besar di dadanya,” jelas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)