Prabowo Minta Ahli Rumuskan Langkah Cegah Karhutla di Lahan Gambut

Presiden Prabowo Subianto memimpin diskusi bersama sejumlah akademisi dari berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev.

Prabowo Minta Ahli Rumuskan Langkah Cegah Karhutla di Lahan Gambut

Kautsar Widya Prabowo • 25 September 2026 20:33

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto melibatkan sejumlah akademisi dan pakar untuk merumuskan langkah pencegahan kebakaran hutan (karhutla) di kawasan gambut. Presiden harap persoalan kebakaran yang berulang setiap tahun dapat ditangani secara lebih menyeluruh.

"Sebagai ahli, tolong saya diberitahu, apa langkah terbaik untuk kita cegah kebakaran di kawasan hutan. Kedua, kawasan hutan yang ada gambutnya," kata Prabowo, saat berdiskusi dengan sejumlah akademisi dan pakar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September 2026

Selain pencegahan kebakaran, Prabowo meminta para pakar mengkaji kemungkinan pemanfaatan lahan gambut secara produktif dan berkelanjutan. Salah satunya terkait jenis tanaman yang dapat dibudidayakan di atas lahan gambut tanpa mengabaikan fungsi ekologisnya.

"Apakah gambut ini bisa kita manfaatkan ke arah produktif? Apakah kita bisa tanam tanaman di atas gambut?" ujar Prabowo.

Presiden menyebut terdapat tiga hal utama yang ingin mendapatkan jawaban dari para ahli. Pertama, strategi pencegahan kebakaran di kawasan hutan, penanganan kawasan hutan yang memiliki gambut, dan  peluang pemanfaatan gambut untuk kegiatan produktif.

Prabowo juga menegaskan dirinya menghormati masukan dari kalangan pakar. Menurutnya, keterlibatan ahli diperlukan untuk membantu pemerintah merumuskan kebijakan berdasarkan pengetahuan dan kajian ilmiah.

"Saya paling hormat sama pakar. Nggak bisa apa pun, saya, kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar," kata Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto memimpin diskusi bersama sejumlah akademisi dari berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev.

Presiden berharap masukan para akademisi dapat menghasilkan langkah konkret agar persoalan karhutla, khususnya di lahan gambut, tidak terus berulang setiap tahun.

"Jadi mohon saya diberi masukan, what can we do supaya tahun depan (tidak terulang)," kata Prabowo.

(Gabriella Thesa Widiari)