Warga Kota Bambu Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pot Hias hingga Eco Enzyme

Warga Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakbar, mengubah sampah rumah tangga menjadi pot bunga. Foto: Metro TV/Rifda Muthia.

Warga Kota Bambu Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pot Hias hingga Eco Enzyme

Rifda Muthia Zahra • 9 May 2026 14:21

Jakarta: Warga Kelurahan Kota Bambu Utara kini tidak lagi memandang sampah sebagai limbah yang tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya bernilai. Melalui gerakan pilah sampah dari rumah, kelurahan Kota Bambu Utara sukses mengubah persepsi negatif sampah menjadi peluang kreatif dan ekonomi.

“Kita kasih contoh bagaimana caranya memilah sampah, untuk jadi kompos kayak kulit sayur, kulit buah kayak gitu kan, bisa jadi pot hias juga untuk sampah plastik,” kata Vita, ketua bank sampah Kelurahan Kota Bambu Utara, pada Metrotvnews.com, Sabtu 9 Mei 2026. 

Aktivitas pemanfaatan sampah di Kelurahan Kota Bambu Utara terlihat dari banyaknya warga yang mulai mengolah sampah plastik menjadi pot-pot hias yang cantik untuk memperindah lingkungan. Selain itu, sampah organik dari sisa dapur tidak lagi dibuang begitu saja, melainkan diproses menjadi kompos dan cairan eco enzyme. 

Baca Juga :

Langkah Proaktif Kota Bambu Utara Kelola Sampah Dilakukan Sebelum Krisis Bantargebang

“Kalau eco enzyme dari kelurahan yang bikin, kami di sini juga mulai belajar demo ke warga untuk buat kompos,” kata Saifuddin, petugas Kelurahan Bambu Utara, pada Metrotvnews.com, Sabtu 9 Mei 2026. 

Pihak kelurahan sangat mendukung inovasi ini dan memberikan pendampingan teknis kepada para kader untuk mengoptimalkan pengolahan limbah organik tersebut. Keberhasilan program ini terbukti mampu mengubah perilaku masyarakat yang sebelumnya enggan memilah karena dianggap merepotkan.

“Bahkan sebulan ada yang tabungannya mencapai satu juta rupiah," jelas Vita. 

Hasil pilah sampah rumah tangga yang bernilai ekonomi. Foto: Metro TV/Rifda Muthia.

Tidak hanya dampak lingkungan, program pemilahan sampah juga berdampak pada perputaran ekonomi warga. Vita menjelaskan bahwa warga memiliki keuletan dalam memilah sampah hingga memiliki tabungan dengan nilai cukup besar di bank sampah. 

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Dengan kemandirian mengelola sampah, Kelurahan Kota Bambu Utara membuktikan bahwa menjaga lingkungan bisa sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)