Pemerintah Diminta Prioritaskan Program Pendidikan Gratis dan MBG di Papua

Kepala Suku Adat Papua sekaligus Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol. Dok. Istimewa

Pemerintah Diminta Prioritaskan Program Pendidikan Gratis dan MBG di Papua

Achmad Zulfikar Fazli • 20 September 2026 17:12

Jakarta: Pemerintah diminta mengutamakan pelaksanaan program pendidikan gratis dan makan bergizi gratis (MBG) di Papua. Kedua program tersebut dinilai penting bagi masyarakat Papua karena menyangkut masa depan anak-anak dan Indonesia emas.

Kepala Suku Adat Papua sekaligus Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol mengatakan pendidikan gratis adalah obat manjur untuk enam provinsi paling Timur Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan gratis menjadi salah satu aspirasi yang dinilai penting bagi masyarakat di Tanah Papua.

"Perhatian terhadap pendidikan perlu menjadi prioritas, selain itu program pemenuhan gizi masyarakat. Seluruh masyarakat Papua Raya punya aspirasi agar kesenjangan di Tanah Papua dapat teratasi dengan baik," tegas Ones dalam keterangannya, Minggu, 20 September 2026.

Ones Pahabol juga menyinggung pelaksanaan program MBG. Menurut dia, MBG di Papua tidak hanya menghadirkan perubahan dalam pola pemenuhan gizi masyarakat, tetapi mulai membentuk fondasi ekonomi baru yang memberi harapan besar bagi masyarakat kampung. Selama ini, banyak program pembangunan di Papua lebih sering dipahami sebatas pembangunan fisik dan infrastruktur.

"Kehadiran program MBG menunjukkan pembangunan manusia kini menjadi perhatian utama pemerintah di Papua. Anak-anak sekolah yang sebelumnya harus belajar dalam kondisi asupan gizi terbatas kini mulai mendapatkan perhatian serius melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi setiap hari," beber Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua Pegunungan itu.



Ones Pahabol mengatakn langkah tersebut sangat penting karena kualitas generasi muda Papua akan sangat menentukan masa depan pembangunan daerah dalam jangka panjang. Anak-anak yang sehat akan tumbuh lebih kuat, lebih aktif belajar, dan memiliki kesiapan lebih baik untuk bersaing di masa depan.

Program MBG juga menciptakan pergerakan ekonomi yang nyata di tingkat masyarakat. Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua yang mendorong pemanfaatan hasil kebun dan tangkapan ikan masyarakat lokal untuk mendukung kebutuhan dapur MBG menjadi langkah sangat strategis. 

"Selama ini, petani dan nelayan di banyak wilayah Papua sering menghadapi keterbatasan pasar dan distribusi hasil produksi. Kini, melalui MBG, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar membuka peluang pasar yang stabil bagi masyarakat lokal," kata Ones Pahabol.

Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok. Badan Gizi Nasional (BGN).

Oleh karena itu, dia menilai program ini harus bisa menyentuh setiap anak Indonesia yang ada di Tanah Papua Raya untuk menyelesaikan aspek penanganan stunting. "Di sisi lain, program ini menggerakkan roda ekonomi lokal melalui rantai pasok berbagai dapur MBG," ujar Ones Pahabol.

Menurut Ones, kondisi anak-anak di pedalaman Papua berbeda dengan di perkotaan yang lebih mudah mendapatkan akses makanan.

“Kalau di daerah terpencil, itu memang dari dulu secara kultur banyak mama yang hanya mampu menyiapkan makanan sore hari. Kalau ada sisa baru disimpan untuk pagi. Kalau tidak ada, anak-anak pergi sekolah dengan perut kosong,” ujar Ones Pahabol.

Dia juga menyingung musim kemarau panjang yang membuat masyarakat kehilangan makanan sehari-hari, terutama umbi-umbian dan sayur-sayuran. Kondisi ini mengakibatkan masyarakat sulit membiayai anak sekolah dan makanan di sekolah. 

Di samping itu, dia menilai pentingnya menghadirkan progam sekolah rakyat agar akses pendidikan lebih merata di Tanah Papua. "Kita harapkan di setiap kabupaten bangun sekolah Rakyat ini otomatis makanan gratis dan mutu pendidikan yang berkualitas pembangunan manusia itu sendiri," kata Ones Pahabol.

(Achmad Zulfikar Fazli)