9 September 2026 13:51
Sebanyak 1.999 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup paksa oleh Badan Gizi Nasional (BGN) akibat tidak mendaftar ke Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ribuan SPPG yang ditutup itu tersebar di tiga wilayah.
"Maka pada hari ini saya nyatakan sebanyak 1.999 dapur SPPG yang tersebar di tiga wilayah, diantaranya wilayah satu sebanyak 351 SPPG, wilayah dua 1.417 SPPG, dan wilayah tiga sebanyak 231 SPPG, yang ditotal berjumlah 1.999. Ini saya nyatakan ditutup untuk kemudian dilakukan investigasi," ujar Kepala BGN Sudaryono, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV pada Rabu, 9 September 2026.
Sudaryono menyebut kepatuhan terhadap SHLS serta kriteria sanitasi merupakan syarat mutlak yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya BGN telah menyisir dan memverifikasi puluhan ribu dapur SPPG. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), per 7 September 2026, ditemukan sebanyak 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftar SLHS ke Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.