Debit Sumur Menurun, Warga Cilandak Batasi Penggunaan Air

Penyaluran air bersih di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Metro TV/Azri

Debit Sumur Menurun, Warga Cilandak Batasi Penggunaan Air

Metro TV • 16 September 2026 16:43

Jakarta: Debit air sumur di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan, semakin menurun. Kondisi ini membuat warga mulai membatasi penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, memasak, dan mencuci.

Seorang warga Cilandak, Rini, mengatakan penurunan debit air mulai dirasakan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuatnya harus menghemat penggunaan air di rumah.

“Itu tadi air sumur masih cukup, tapi keluarnya lebih sedikit dari biasanya. Jadi kami harus lebih menghemat dan menggunakan air seperlunya,” ujar Rini di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 16 September 2026.

Warga Cilandak lainnya, Sari, mengatakan keterbatasan air mulai mengganggu sejumlah aktivitas rumah tangga. Dia harus mengatur penggunaan air untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan memasak agar persediaan tidak cepat habis.

“Sekarang air harus hemat. Kalau untuk mencuci atau mandi harus mengatur waktunya supaya airnya tidak cepat habis,” kata Sari.

BPBD DKI Jakarta menyalurkan air bersih ke warga. Metro TV/Azri

Kondisi serupa dialami warga Cilandak lainnya Dimas. Bahkan, dia mulai menyimpan air sebagai persediaan untuk mengantisipasi debit sumur semakin menurun.

“Kami mulai menyiapkan air untuk persediaan karena tidak tahu kondisi sumur ke depannya seperti apa,” ujar Dimas.

Warga di Jalan Tridharma X, Pondok Labu, Cilandak, melaporkan kesulitan mendapatkan air akibat debit sumur semakin kecil. Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki berkapasitas 5 ribu liter untuk mengatasi kekeringan.

(M.Azri Arifin)

(Achmad Zulfikar Fazli)