Kepulan Asap di Pasar Baru Jakpus Dipastikan Akibat Korsleting

Korsleting pada gardu listrik bawah tanah di kawasan pertokoan Pasar Baru sisi utara RW 02, Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus). Foto: Metrotvnews.com/Christian.

Kepulan Asap di Pasar Baru Jakpus Dipastikan Akibat Korsleting

Christian • 7 September 2026 10:38

Jakarta: Kepulan asap hitam pekat memicu kepanikan pedagang dan pembeli di kawasan pertokoan Pasar Baru sisi utara RW 02, Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus). Asap tersebut dipastikan dipicu oleh korsleting pada gardu listrik bawah tanah.

“Dipastikan asap hitam yang keluar itu akibat adanya korsleting listrik terhadap gardu. Saat ini di lokasi sudah tidak ada lagi asap dan korsleting listrik,” kata Kapolsek Sawah Besar Kompol Egy Irwansyah saat diwawancarai Metrotvnews.com, Senin, 7 September 2026.
 


Egy menjelaskan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian. Meski insiden tersebut sempat memicu kepanikan warga di sekitar kawasan pertokoan, kondisi di lokasi kini telah terkendali.

“Sempat panik memang pembeli ataupun para karyawan toko di sana, tapi saat ini sudah kembali normal,” jelas Egy.

Lurah Pasar Baru Ikhwan Julio Akbar mengonfirmasi bahwa kepulan asap membumbung dari area samping salah satu toko. Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan adanya komponen gardu listrik yang terbakar di bawah tanah.

“Jadi itu gardu listrik terbakar yang menciptakan api dari bawah tanah dan mengeluarkan asap. Petugas PLN saat datang langsung menangani permasalahan tersebut,” ujar Julio.


Korsleting pada gardu listrik bawah tanah di kawasan pertokoan Pasar Baru sisi utara RW 02, Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus). Foto: Metrotvnews.com/Christian.

Julio menambahkan, petugas di lokasi sempat melakukan tindakan penanganan awal dengan menyemprotkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ke titik gardu sebelum perbaikan dilakukan oleh tim teknis PLN.

Sebelumnya, video kepulan asap hitam pekat yang menyembur kencang dari bawah tanah di kawasan Pasar Baru viral dan sempat membuat para pelaku usaha serta pengunjung panik berhamburan.

(Fachri Audhia Hafiez)