Guru memandu siswa melakukan perkenalan diri di depan ruang kelas melalui permainan saling melempar bola untuk menentukan giliran dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Tiga SD di Tulungagung Belum Dapat Murid Baru
Silvana Febiari • 13 July 2026 16:32
Tulungagung: Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur minim peserta didik (murid) baru pada tahun ajaran 2026/2027. Bahkan, ada sekolah yang belum mendapatkan murid baru dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.
Kasi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Rifka Zuyun Umadah mengungkapkan dari 634 lembaga SD yang mengikuti SPMB 2026, terdapat tiga sekolah yang belum mendapatkan siswa baru.
"Itu masih data sementara, hasil rekapitulasi sekolah yang minim pendaftar kemungkinan selesai pada Selasa (14 Juli)," kata Zuyun, dilansir dari Antara, Senin, 13 Juli 2026.
Ketiganya, yakni SD swasta Dlodo Kecamatan Kalidawir, SDN 4 Besuki, dan SDN 5 Bungur Kecamatan Karangrejo.
Selain itu, sejumlah sekolah hanya memperoleh satu hingga dua peserta didik baru, seperti SDN Sembon dengan satu siswa. Sedangkan SDN 2 Plandaan Kecamatan Kedungwaru dan SDN Pucung masing-masing mendapatkan dua siswa baru.
Kondisi tersebut menjadi gambaran tantangan sejumlah sekolah dasar dalam mempertahankan keberlangsungan layanan pendidikan di tengah menurunnya jumlah pendaftar.
Salah satu sekolah yang mengalami kondisi tersebut adalah SDN 2 Plandaan. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya mendapatkan dua siswa baru dari empat calon peserta didik yang telah didata.
Minimnya pendaftar diduga akibat munculnya anggapan di masyarakat bahwa SDN 2 Plandaan sudah tidak beroperasi. Padahal, sekolah tersebut masih aktif menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Guru memandu siswa melakukan perkenalan diri di depan ruang kelas melalui permainan saling melempar bola untuk menentukan giliran dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Kepala SDN 2 Plandaan Siti Komariah mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaring peserta didik baru. Mulai mendatangi taman kanak-kanak hingga mendatangi rumah calon siswa di Desa Plandaan.
"Upaya itu sudah kami jalankan sejak tiga hingga empat bulan sebelum SPMB 2026, dengan tujuan agar sekolah kami mendapatkan siswa baru," ujarnya.
Saat ini, jumlah peserta didik SDN 2 Plandaan hanya 16 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Rinciannya, kelas I dua siswa, kelas II dua siswa, kelas III dua siswa, kelas IV empat siswa, kelas V tiga siswa, dan kelas VI tiga siswa. Meski jumlah siswa terbatas, aktivitas pembelajaran di SDN 2 Plandaan tetap berjalan.
Pada hari pertama masuk sekolah dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para siswa mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dengan suasana sederhana, namun tetap penuh antusias.
Para guru tetap memberikan pendampingan agar siswa merasa nyaman mengikuti proses pembelajaran.
Sekolah tersebut menjadi salah satu gambaran sekolah dasar di Tulungagung yang tetap bertahan memberikan layanan pendidikan meski menghadapi keterbatasan jumlah peserta didik.