Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin 13 Juli 2026. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Mendikdasmen Ubah Konsep MPLS Jadi Lebih Ramah dan Humanis
Daviq Umar Al Faruq • 13 July 2026 15:20
Malang: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mencanangkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 secara nasional di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin 13 Juli 2026.
Inisiatif MPLS Ramah ini menjadi tonggak baru dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari praktik kekerasan. Program tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata dari gerakan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden.
"MPLS Ramah ini merupakan bagian dari upaya kami membangun budaya ASRI sebagai gerakan yang dicanangkan Bapak Presiden, dan pelaksanaan budaya sekolah yang aman dan nyaman," ujar Abdul Mu'ti kepada awak media.
Baca Juga :
Sekolah diharapkan mampu bertransformasi menjadi rumah kedua bagi setiap peserta didik yang bernaung di dalamnya. Melalui lingkungan yang suportif, siswa dari berbagai latar belakang dapat saling menghormati sekaligus memupuk karakter positif sejak dini.
"Sekolah dapat menjadi rumah mereka yang kedua. Sekolah menjadi meeting point dan melting point untuk mendidik anak-anak Indonesia menjadi anak-anak yang hebat, sehat, cerdas, dan berkarakter," tambah Mu'ti.
Pada pelaksanaan tahun ini, kementerian menekankan pendekatan yang humanis dengan melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga menjadi wadah bagi peserta didik baru untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka.
"Penekanannya pada pelaksanaan yang nir-kekerasan, pelaksanaan yang humanistis, yang di situ kita mendorong partisipasi dari para murid untuk terlibat dalam program ini," ungkap Mu'ti.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin 13 Juli 2026. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq
Selain materi orientasi, para peserta juga menerima pembekalan krusial dari berbagai instansi terkait isu sosial terkini. Hal ini mencakup edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba, ancaman judi online, serta penguatan nilai-nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab.
"Semuanya dilaksanakan dengan pendekatan yang menggembirakan, pendekatan yang semua merasa terlibat, semua merasa aman dan nyaman. Ini yang coba kami tekankan dalam MPLS tahun 2026 ini dengan nama baru, MPLS Ramah," tutup Mu'ti.
Melalui konsep ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen menghapus stigma MPLS yang kerap lekat dengan perundungan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman perdana yang menyenangkan bagi siswa saat memulai perjalanan pendidikan di jenjang baru.