18 Kelurahan di Makassar Terdampak Krisis Air Bersih

Ilustrasi - Kekeringan. ANTARA/Raisan Al Farisi/dok

18 Kelurahan di Makassar Terdampak Krisis Air Bersih

Silvana Febiari • 12 July 2026 12:28

Makassar: Bencana kekeringan melanda 18 kelurahan yang tersebar di empat kecamatan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kondisi ini menyebabkan ribuan warga terdampak krisis air bersih.

"Kekeringan melanda beberapa wilayah Kota Makassar yang menyebabkan krisis air bersih," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Minggu, 12 Juli 2026. 

Adapun kelurahan yang terdampak meliputi Kelurahan Cambaya, Kelurahan Camba Berua, Kelurahan Pattingalloang, Kelurahan Pattingalloang Baru, dan Kelurahan Totaka di Kecamatan Ujung Tanah. Selanjutnya Kelurahan Kaluku Bodoa, Kelurahan Lembo, Kelurahan Buloa, dan Kelurahan Tallo di Kecamatan Tallo.


Sementara di Kecamatan Biringkanaya, wilayah yang terdampak yakni Kelurahan Bulurokeng, Kelurahan Katimbang, Kelurahan Paccerakkang, dan Kelurahan Untia. Terakhir di Kecamatan Tamalanrea yakni Kelurahan Kapasa, Kelurahan Parangloe, Kelurahan Tamalanrea, Kelurahan Tamalanrea Indah, serta Kelurahan Tamalanrea Jaya.

"BPBD Kota Makassar melaporkan warga yang terdampak kekeringan mencapai 37.189 jiwa," ujar Abdul. 


Sejumlah petugas mengisi tangki air dengan air bersih di atas truk yang akan didistribusikan kepada warga di halaman Kantor BPBD Kota Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA FOTO/Arnas Padda.


BPBD bersama instansi terkait langsung melakukan kaji cepat di lapangan. Berdasarkan hasil pendataan, bantuan air bersih akan didistribusikan ke warga terdampak melalui 89 titik penyaluran yang tersebar di 14 kelurahan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menghemat penggunaan air bersih. Langkah ini penting dilakukan guna mengantisipasi dampak kekeringan selama musim kemarau.

(Silvana Febiari)