Perang Dagang Mulai Mencair, Tiongkok-AS Buka Jalan Baru untuk Komoditas Pertanian

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump. Foto: dok World Finance.

Perang Dagang Mulai Mencair, Tiongkok-AS Buka Jalan Baru untuk Komoditas Pertanian

Richard Alkhalik • 18 May 2026 12:03

Beijing: Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) sepakat memperluas kerja sama perdagangan di sektor pertanian melalui skema pemangkasan tarif, penghapusan hambatan nontarif, dan perluasan akses pasar.

Melansir Channel News Asia (CNA), Senin, 18 Mei 2026, Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan kesepakatan tersebut masih bersifat pendahuluan dan akan segera dirampungkan.

Kesepakatan itu ditujukan untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral melalui pengurangan tarif secara resiprokal pada sejumlah komoditas pertanian. Namun, rincian produk yang masuk dalam skema tersebut belum diumumkan secara resmi.

Berdasarkan data Departemen Pertanian AS, impor komoditas pertanian Tiongkok dari AS saat ini masih dibayangi pengenaan tarif tambahan sebesar 10 persen. Kebijakan tarif balasan yang diberlakukan tahun lalu tersebut berdampak terhadap kontraksi perdagangan yang anjlok 65,7 persen secara tahunan menjadi USD8,4 miliar pada 2025.

Pascapertemuan Oktober lalu, Beijing telah melanjutkan pembelian sejumlah komoditas pertanian Washington. Hal ini termasuk merealisasikan komitmen penyerapan 12 juta metrik ton kedelai hingga akhir Februari, beserta komoditas gandum dan sorgum dalam skala besar.

Para analis pasar memproyeksikan adanya relaksasi tarif kedelai sebesar 10 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat membuka ruang bagi perusahaan pengolahan swasta di Tiongkok untuk kembali beroperasi, setelah sempat terhenti akibat dominasi pembelian oleh negara pada musim panen AS tahun lalu.

"Pengurangan tarif pada produk pertanian akan menandai normalisasi perdagangan pertanian Tiongkok-AS, memungkinkan pembeli komersial untuk kembali memasuki pasar," kata pendiri AgRadar Consulting yang berbasis di Beijing, Johnny Xiang.


Ilustrasi. Foto: Magnific.
 

Upaya penyelesaian hambatan nontarif


Kedua belah pihak sepakat untuk membuat kemajuan dalam mengurai hambatan nontarif. Beijing berkomitmen merespons kekhawatiran Washington dengan mempermudah registrasi fasilitas pengolahan daging sapi dan ekspor unggas dari sejumlah negara bagian AS.

Pada Jumat lalu, Tiongkok telah memperpanjang izin registrasi selama lima tahun bagi 425 pabrik daging sapi AS yang sebelumnya ditangguhkan, serta menyetujui izin baru bagi 77 fasilitas tambahan.

Merespons hal tersebut, Menteri Pertanian AS Brooke Rollins melalui unggahannya di platform X pada Sabtu, mengonfirmasi Tiongkok telah menyetujui komitmen impor yang mencakup pembukaan kembali akses bagi daging sapi dari 17 negara bagian AS.

Sementara itu, Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengharapkan Tiongkok akan menyerap produk pertanian AS senilai puluhan miliar dolar dalam tiga tahun ke depan, kendati rincian nominal dan volume spesifik komoditas masih dalam tahap pembahasan dan belum merilis detail resminya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)