Pasukan Israel yang mencegat Global Sumud Flotila di Siprus. Foto: Al Jazeera
Diserang Israel, Armada Kemanusiaan Global Sumud Tuntut Jalur Aman ke Gaza
Dimas Chairullah • 18 May 2026 19:21
Gaza: Armada bantuan kemanusiaan Global Sumud secara tegas menuntut jaminan jalur aman untuk mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza.
Tuntutan mendesak ini diserukan usai armada sipil tersebut diserang dan dicegat oleh pasukan angkatan laut Israel saat tengah berlayar di perairan internasional pada Senin waktu setempat.
Dalam pernyataan resminya, pihak armada mengecam keras tindakan pasukan Israel yang menyerang kapal pertama mereka di siang bolong.
Mereka menuduh militer Israel telah melakukan "tindakan pembajakan ilegal" yang secara terang-terangan bertujuan untuk mempertahankan "pengepungan genosida" di wilayah Gaza, sebagaimana dikutip dari laporan Yeni Safak, Senin, 18 Mei 2026.
Armada Global Sumud juga mendesak pemerintah berbagai negara untuk segera turun tangan mengintervensi insiden pencegatan ini. Mereka memperingatkan bahwa normalisasi terhadap kekerasan dan pendudukan merupakan ancaman nyata bagi seluruh dunia.
Laporan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kapal perang Israel mengepung warga sipil di atas armada tersebut pada jarak sekitar 250 mil laut dari perairan Gaza.
Melalui rekaman siaran langsung yang sempat dipancarkan dari armada, terlihat jelas bagaimana pasukan Israel secara beruntun menyerbu kapal-kapal yang membawa relawan dan aktivis perdamaian dari 39 negara.
Sementara itu, menurut laporan harian Israel, Yedioth Ahronoth, tentara Zionis dilaporkan telah menahan para aktivis dan memindahkan mereka ke sebuah kapal angkatan laut yang digambarkan layaknya "penjara terapung".
Para tahanan multinasional tersebut kemudian diangkut paksa menuju Pelabuhan Ashdod.
Merespons pencegatan brutal terhadap armada sipil ini, Pemerintah Turki berulang kali melontarkan kecaman keras.
Turki secara konsisten mendesak komunitas internasional untuk tidak tinggal diam dan segera memastikan jaminan keamanan bagi setiap misi kemanusiaan yang berlayar menuju Jalur Gaza.
Jurnalis WNI
Di antara penumpang dalam Global Sumud Flotila itu terdapat dua jurnalis warga negara Indonesia (WNI). Bambang Noroyono dan Thoudy Badai diyakini saat ini dalam sekapan pasukan Israel (IDF).Bambang telah mengirimkan video tanda ditangkap oleh pasukan zionis Israel. Hingga saat ini masih belum diketahui kabar selanjutnya dari kedua jurnalis dari media Republika itu.
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza.
Melalui keterangan tertulisnya Andi mengatakan, para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti.
“Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” ungkap Andi.
“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” pungkas Andi.