MUI Imbau Umat Islam Jaga Toleransi saat Lebaran dan Nyepi

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis. Foto: ANTARA/Sean Filo Muhamad.

MUI Imbau Umat Islam Jaga Toleransi saat Lebaran dan Nyepi

Fachri Audhia Hafiez • 19 March 2026 22:04

Jakarta: Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengimbau seluruh umat Muslim di Indonesia, khususnya yang tinggal berdampingan dengan umat Hindu, untuk menjaga toleransi selama masa Idulfitri dan Nyepi. MUI menekankan pentingnya saling memberi ruang agar ibadah setiap pemeluk agama dapat berjalan dengan khusyuk.

"Kita harus memberikan ruang yang sama untuk merayakan dan melaksanakan ibadah. Bagi saudara-saudara yang melakukan Nyepi, kita Muslim tidak boleh mengganggu," ujar Cholil saat ditemui di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 19 Maret 2026.
 


Cholil menekankan bahwa sebagai negara Pancasila, Indonesia menjamin kebebasan setiap warga negara untuk menjalankan syariat agamanya masing-masing. Secara khusus, ia menyoroti pelaksanaan malam takbiran di wilayah yang berdekatan dengan pemukiman umat Hindu agar dilakukan dengan penuh kearifan.

"Demikian juga teman-teman kita yang mau takbir, ya takbir, tapi tidak bagi pengeras yang besar, sehingga tidak mengganggu saudara-saudara kita yang sedang melakukan Nyepi. Bisa dilakukan dengan dialog, diatur dengan yang baik, sehingga bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman, maksimal, Indonesia yang damai dan sejahtera," lanjutnya.


Ilustrasi lebaran. Foto: Dok. Medcom.id.

Senada dengan MUI, Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya juga mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum memperkuat persaudaraan. Mengingat perayaan Nyepi tahun ini berdekatan dengan Idulfitri 1447 H, Menag menilai pertemuan dua momentum besar ini sebagai simbol keberagaman yang indah.

"Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga," tegas Nasaruddin.

Harmoni lintas iman ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam merawat keberagaman di Indonesia, terutama saat dua hari besar keagamaan jatuh dalam waktu yang hampir bersamaan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)