AS menyerang sebuah kapal selam di Karibia pada Kamis, 16 Oktober 2025. (@realDonaldTrump/Truth Social)
AS Kembali Serang Kapal Diduga Pengangkut Narkoba di Pasifik, Tiga Orang Tewas
Willy Haryono • 6 May 2026 13:31
Washington: Militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga membawa narkoba di Samudra Pasifik timur pada Selasa, 5 Mei 2026, menewaskan tiga orang. Serangan ini menjadi bagian dari operasi berkelanjutan untuk menargetkan jalur penyelundupan di kawasan tersebut.
Komando Selatan AS menyatakan serangan diperintahkan oleh komandannya, Jenderal Francis L. Donovan. Kapal tersebut disebut dioperasikan oleh organisasi yang ditetapkan sebagai kelompok teroris dan terlibat dalam perdagangan narkoba, meski tidak disertai bukti.
Dalam pernyataan resminya, militer menyebut serangan itu sebagai “serangan kinetik mematikan” terhadap kapal yang diduga melakukan operasi narkotika. Rekaman video yang dirilis menunjukkan kapal melaju di laut sebelum dihantam ledakan besar hingga terbakar.
Dilansir dari media CBS News, serangan ini terjadi sehari setelah operasi serupa di Laut Karibia yang menewaskan dua orang. Sejak awal September, kampanye militer AS terhadap kapal yang diduga terkait narkoba di perairan Amerika Latin telah menewaskan sedikitnya 190 orang.
Meski Amerika Serikat sedang menghadapi konflik dengan Iran, intensitas serangan terhadap kapal-kapal tersebut kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah tetap melanjutkan kebijakan agresif untuk menghentikan apa yang disebut sebagai “narkoterorisme” di Belahan Barat.
Namun, pihak militer belum memberikan bukti bahwa kapal-kapal yang diserang benar-benar membawa narkoba. Hal ini memicu pertanyaan dari berbagai pihak terkait dasar tindakan tersebut.
Serangan-serangan ini juga terjadi di tengah peningkatan kehadiran militer AS di kawasan. Operasi tersebut berlangsung beberapa bulan sebelum penggerebekan pada Januari yang berhasil menangkap mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba dan menyatakan tidak bersalah.
Presiden Donald Trump menyebut AS berada dalam “konflik bersenjata” dengan kartel di Amerika Latin dan menilai serangan tersebut sebagai langkah penting untuk menekan peredaran narkoba yang menyebabkan kematian akibat overdosis.
Di sisi lain, para pengkritik mempertanyakan legalitas operasi militer terhadap kapal-kapal tersebut. (Keysa Qanita)
Baca juga: Operasi Anti-Narkotika AS di Pasifik Timur Tewaskan Tiga Orang