Viral Siswa SMK di Samarinda Meninggal Dunia karena Sepatu Kekecilan, Begini Kronologinya

Ilustrasi. Medcom

Viral Siswa SMK di Samarinda Meninggal Dunia karena Sepatu Kekecilan, Begini Kronologinya

Despian Nurhidayat • 5 May 2026 09:47

Jakarta: Viral di media sosial seorang siswa SMK Negeri 4 Samarinda, Mandala Rizky Saputra, meninggal dunia karena menggunakan sepatu yang kekecilan hingga kakinya membengkak. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur membeberkan kronologi kejadian tersebut.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Armin, menjelaskan siswa yang bersangkutan telah mengikuti kegiatan Praktik Kerja di Ramayana Robinson, Jalan M.Yamin Samarinda, pada 9 Februari-20 Maret 2026.

“Tanggal 30 Maret 2026, siswa sempat kembali mengikuti kegiatan pembelajaran, namun 1 April 2026 disarankan untuk beristirahat diantar pulang karena kondisi fisik yang menurun,” ungkap Armin, dalam keterangannya, Selasa, 5 Mei 2026.

Pada 2 April 2026, Mandala tidak mengikuti pembelajaran dan orang tuanya mengirim surat izin sakit. Lalu, pada 8 April 2026, melalui percakapan di WhatsApp, ibu Mandala meminta bantuan untuk meminjam uang ke sekolah.

“Pada tanggal 10 (April 2026), orang tua datang ke sekolah menyampaikan kondisi siswa terkait kesehatan dan penurunan kondisi dan menganggap itu adalah gangguan nonmedis, dan sekolah membantu fasilitasi permohonan biaya untuk pengobatan di Tenggarong sebesar Rp1.100.000,” kata Armin.

Pihak sekolah melakukan kunjungan ke rumah siswa tersebut pada 21 April 2026, untuk memastikan kondisi anak tersebut yang kakinya lemas dan bengkak, namun tidak ada luka atau lecet. Kemudian, guru menyarankan siswa itu untuk berobat ke Fasilitas Kesehatan.

“Namun, pihak orang tua menyampaikan ada tunggakan Rp2.400.000 yang belum terbayarkan dan sekolah membantu untuk memfasilitasi bertemu dengan Ketua RT untuk pengurusan BPJS melalui bantuan pemerintah,” tegas dia.

Baca Juga: 

Kasus Kematian Siswa Sekolah Pahoa Tangerang Terhambat Komunikasi Keluarga

Selanjutnya, pihak sekolah kembali melakukan kunjungan ke rumah Mandala pada 23 April 2026, untuk melihat kondisi siswanya dan menanyakan terkait pengurusan BPJS.

“Pada saat itu orang tua dan siswa melaporkan bahwa kondisi siswa sempat membaik dan kondisi kaki kempes, dan sekolah memutuskan besok untuk membelikan sepatu sesuai ukuran,” jelas Armin.

Namun, pada 24 April 2026, sekolah menerima kabar duka bahwa Mandala telah meninggal dunia. Pihak sekolah turut mendampingi proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah.

“Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak sekolah, keluarga, dan pihak terkait, kondisi kesehatan siswa semenjak diketahui mengalami penurunan kondisi fisik, pusing dan pembengkakan pada kaki, setelah dilakukan kunjungan ke rumah siswa yang menurut informasi yang beredar sepatu kekecilan dan menurut orang tua siswa ukuran sepatu nomor 43,” tutur dia.

“Sekolah telah memberikan pendampingan dengan melakukan kunjungan semenjak siswa teridentifikasi mengalami penurunan kondisi kesehatan, serta berupaya memfasilitasi layanan kesehatan, dengan koordinasi secara berkelanjutan dengan keluarga,” ujar Armin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)