Komandan militer tertinggi Iran, Abdolrahim Mousavi. Foto: Anadolu
Iran Tuduh AS dan Israel Kerahkan ISIS dalam Protes
Fajar Nugraha • 13 January 2026 20:00
Teheran: Pihak berwenang di Iran telah menahan apa yang digambarkan oleh laporan televisi pemerintah sebagai "kelompok teroris" yang terkait dengan Israel di kota Zahedan, bagian tenggara.
Laporan berita tersebut, tanpa memberikan detail tambahan, mengatakan kelompok itu masuk melalui perbatasan timur Iran dan membawa senjata dan bahan peledak buatan Amerika Serikat yang rencananya akan digunakan dalam pembunuhan dan tindakan sabotase.
Secara terpisah, komandan militer tertinggi Iran, Abdolrahim Mousavi, menuduh AS dan Israel mengerahkan anggota kelompok teroris ISIL (ISIS) di dalam negeri untuk melakukan serangan.
Mousavi, kepala staf angkatan bersenjata Iran, mengatakan langkah itu terjadi setelah apa yang digambarkannya sebagai kegagalan Washington dan Tel Aviv dalam perang 12 hari melawan Iran pada bulan Juni, lapor kantor berita semi-resmi Tasnim.
"Iran tidak akan mentolerir pelanggaran kedaulatan atau integritas wilayahnya," kata Mousavi, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa 13 Januari 2026.
Baik AS maupun Israel tidak segera menanggapi tuduhan tersebut.
Peringatan Qatar
Qatar berupaya menengahi meningkatnya ketegangan dan ancaman perang antara AS dan Iran terkait demonstrasi mematikan selama dua minggu terakhir.“Ada ekspektasi bahwa ketegangan saat ini akan menyebabkan eskalasi di kawasan ini, dan kami berupaya meredakan situasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, dalam konferensi pers di Doha.
“Kami tahu bahwa setiap eskalasi akan memiliki akibat bencana di kawasan ini dan sekitarnya, dan oleh karena itu, kami ingin menghindarinya sebisa mungkin,” ucap Al-Ansari.
Al-Ansari menambahkan bahwa diplomasi adalah cara paling efektif untuk menyelesaikan krisis regional, dan “kami sedang berupaya dalam hal ini dengan negara-negara tetangga dan mitra kami.”
“Kami adalah pihak yang terlibat dalam kontak yang bertujuan untuk menenangkan situasi di kawasan ini dan menyelesaikan perselisihan antara Washington dan Teheran,” pungkas Al-Ansari.