Pemerintah Getol Amankan Alternatif Sumber Energi

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia. Foto: Dok istimewa

Pemerintah Getol Amankan Alternatif Sumber Energi

Eko Nordiansyah • 23 June 2026 15:19

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan pemerintah tetap mengamankan alternatif sumber energi di tengah berlangsungnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

“Kalau berkaca dari proses panjang perundingan Iran dan AS, pemerintah tetap harus terus memastikan mengamankan sumber energi Tanah Air, apa pun kondisi yang berlangsung di Timur Tengah,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika dihubungi dari Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 23 Juni 2026.

Pernyataan tersebut merespons perundingan antara Iran dan AS di Swiss. Meskipun perundingan tersebut memberi sinyal positif untuk bisa meredakan tensi di Timur Tengah dan membuka kestabilan harga minyak dunia, Anggia menilai hubungan Iran dan AS masih dinamis.

Menurut dia, Indonesia tetap harus mengantisipasi berbagai kemungkinan. “Optimistis harus, namun langkah antisipatif juga harus dilakukan,” ujar Anggia.



(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Harga BBM nonsubsidi ikuti harga minyak dunia

Terkait dengan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, Anggia kembali mengingatkan bahwa harganya mengikuti harga minyak dunia, sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar Yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan/atau Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

“Jadi, kalau terjadi fluktuasi, baik itu naik atau turun, harga BBM nonsubsidi tentu juga akan menyesuaikan, baik itu naik atau turun. Di mana formula harga BBM itu menggunakan rata-rata harga pasar satu bulan terakhir,” kata Anggia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeli Baghaei mengatakan perundingan antara Iran dan AS di Swiss tidak terganggu oleh ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Pembicaraan teknis antara Iran dan AS, dengan mediator dari Pakistan dan Qatar, berlangsung di resor Burgenstock, Swiss, Minggu, 21 Juni 2026.

Pada hari yang sama, Trump memperingatkan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa dia akan kembali menyerang Iran jika Teheran tidak memaksa sekutunya di Lebanon untuk berhenti "menimbulkan masalah".

Media melaporkan, delegasi Iran meninggalkan ruangan karena pernyataan Trump, dan tidak akan kembali kecuali dia meminta maaf.

(Eko Nordiansyah)