Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison. Foto: Istimewa.
Permintaan Tenaga Kerja Global Naik, Indonesia Perkuat Penempatan PMI Resmi
Husen Miftahudin • 23 June 2026 13:44
Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) akan menyelenggarakan Global Talent Day dan Kebumen Job Fair & PMI Expo 2026 pada 24-26 Juni 2026 di Pendopo Kabumian dan Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Kegiatan selama tiga hari ini dirancang untuk menyiapkan talenta Indonesia, calon pekerja migran, siswa SMK, hingga mahasiswa agar lebih terampil, kompetitif, dan terlindungi dalam mengakses pasar kerja global melalui jalur resmi.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison menegaskan program ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memastikan akses kerja yang layak dan aman bagi masyarakat.
"Kita tidak sekadar memberangkatkan orang. Kita menyiapkan supaya mereka berangkat dengan terampil, terlindungi, dan tidak perlu khawatir. Peluangnya besar, dan tugas kami sebagai penyelenggara negara memastikan jalurnya resmi dan aman," jelas Leontinus dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan, permintaan tenaga kerja global saat ini terus meningkat, terutama di negara dengan populasi menua seperti Jepang dan Jerman, yang membuka peluang di sektor manufaktur, perawatan lansia, perhotelan (hospitality), hingga pertanian.
Namun, ia menyoroti masih adanya peluang kerja yang belum terserap optimal melalui jalur resmi, serta praktik penempatan non-prosedural yang masih terjadi. "Ini menegaskan pentingnya edukasi migrasi aman serta keterhubungan calon pekerja migran dengan jalur resmi," ucap dia.
Ia juga berharap model kegiatan di Kebumen dapat direplikasi di daerah lain agar dapat menekan risiko pekerja migran yang berangkat melalui jalur ilegal.
"Kami berharap apa yang kami kerjakan di Kebumen dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya, sehingga semakin mengurangi potensi pekerja migran yang tertipu jalur non-prosedural dan ilegal," tambah dia.
| Baca juga: Sinergi Kementerian P2MI dan Pemprov Banten Lindungi Pekerja Migran |

(Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia. Foto: dok MI/Moh Irfan)
Pelatihan hingga job matching
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta akan mengikuti sejumlah agenda seperti workshop bersama narasumber dari KP2MI, IOM Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, serta perwakilan kedutaan negara tujuan penempatan. Selain itu, tersedia open class trial bahasa Jepang, Korea, dan Jerman sebagai bekal kompetensi calon pekerja migran.
Rangkaian acara juga mencakup job canvassing dan matchmaking yang mempertemukan pencari kerja dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), lembaga pelatihan kerja, dan test center. Program ini turut mendukung inisiatif SMK Go Global dalam menyiapkan lulusan vokasi untuk pasar kerja internasional.
Kebumen dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu daerah kantong pekerja migran di Jawa Tengah, provinsi dengan jumlah penempatan pekerja migran terbesar secara nasional.
Berdasarkan data Statistik Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dari KP2MI, jumlah penempatan PMI asal Jawa Tengah mencapai 1.229.258 orang, dengan 46.751 orang berasal dari Kebumen.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini di wilayahnya. Menurut dia, program tersebut menjadi langkah strategis untuk mendekatkan akses peluang kerja sekaligus perlindungan bagi masyarakat.
"Banyak warga Kebumen khususnya dan Jawa Tengah umumnya yang merantau bekerja ke luar negeri, dan kami ingin memastikan mereka berangkat dengan aman, terampil, dan terlindungi," aku dia.
Ia menambahkan, pemerintah daerah siap berkolaborasi agar manfaat kegiatan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. "Pemerintah Kabupaten Kebumen siap berkolaborasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga," tegas Lilis.